RADAR SURABAYA - Kota Surabaya kembali menorehkan prestasi internasional dengan menjadi satu-satunya wakil Indonesia dalam Tokyo Global Forum on Children (TGFC) 2026 yang digelar di Tokyo, Jepang, pada 4–6 Februari.
Forum bergengsi ini mempertemukan 20 kota dunia anggota jejaring Child Friendly Cities Initiative (CFCI) UNICEF untuk berbagi kebijakan, praktik baik, dan inovasi pemenuhan hak anak.
Kepala Bappeda Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menegaskan bahwa kehadiran Surabaya menempatkan kota ini sejajar dengan kota-kota dunia yang menjadi rujukan global.
“Surabaya mendapat kehormatan untuk mempresentasikan langsung kebijakan dan model pembangunan kota ramah anak di hadapan 20 kota dunia. Kehadiran Surabaya menempatkan kota ini sejajar dengan kota-kota dunia yang menjadi rujukan global dalam kebijakan anak dan remaja,” ujarnya, Sabtu (7/2).
Dalam presentasi, Surabaya menekankan pendekatan holistik dan integratif, mulai dari layanan anak usia dini, fase sekolah, hingga remaja.
Kebijakan ini juga melibatkan peran orang tua, termasuk ayah, sebagai bagian penting dari ekosistem pengasuhan.
“Pendekatan ini menegaskan bahwa kebijakan ramah anak di Surabaya tidak bersifat sektoral, melainkan terintegrasi lintas usia dan lintas peran dalam keluarga maupun masyarakat,” jelas Irvan.
Partisipasi Anak dalam Forum
Ketua Tim Kerja Pembangunan Manusia Bappeda Surabaya, Puspita Ayuningtyas Prawesti, menambahkan bahwa Surabaya membangun kota ramah anak dengan menghadirkan layanan publik yang dekat, menyeluruh, dan berkelanjutan.
“Surabaya memastikan pemerintah hadir sejak anak usia dini, mendampingi fase remaja yang krusial, serta memperkuat peran orang tua dan ayah dalam pengasuhan. Anak tidak hanya dilindungi, tetapi aspirasinya juga didengar dan dihargai,” ujarnya.
Forum ini juga menghadirkan suara anak melalui Revalina Fernanda, siswi SMPN 1 Surabaya sekaligus anggota Forum Anak Surabaya.
Ia memaparkan pengalaman tumbuh di Surabaya sebagai kota ramah anak, termasuk akses ruang aman, pendidikan lingkungan, serta partisipasi anak dalam pengambilan keputusan.
Apresiasi Global
Model pembangunan anak yang dipresentasikan Surabaya mendapat apresiasi dari Pemerintah Metropolitan Tokyo dan peserta forum.
Pendekatan Surabaya dinilai berhasil menerjemahkan konsep Child-Friendly City ke dalam praktik nyata yang komprehensif, berkelanjutan, dan berbasis komunitas.
Partisipasi Surabaya sebagai wakil Indonesia di TGFC 2026 menegaskan bahwa pembangunan kota berkelanjutan harus dimulai dari anak dan keluarga.
Dengan pendekatan holistik, integratif, dan berbasis komunitas, Surabaya menunjukkan bahwa kota di Indonesia mampu berdiri sejajar dengan kota-kota dunia dalam membentuk masa depan generasi muda. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari