RADAR SURABAYA - Cuaca di Kota Surabaya pada Sabtu, 7 Februari 2026, diprakirakan didominasi kondisi berawan sejak pagi hari, dengan potensi hujan yang meningkat mulai menjelang siang hingga malam. Warga diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan hujan disertai petir, terutama pada jam-jam sibuk aktivitas.
Pada pagi hari, pukul 06.00–09.00 WIB, cuaca cenderung berawan dengan suhu berkisar antara 26 hingga 29 derajat Celsius. Kelembapan udara masih cukup tinggi, berada di kisaran 79–89 persen, dengan angin bertiup dari arah utara berkecepatan 14–16 km per jam.
Memasuki pukul 10.00 hingga 11.00 WIB, potensi hujan ringan mulai muncul. Kondisi langit tetap berawan, suhu udara mencapai 30 derajat Celsius dengan suhu terasa hingga 35–36 derajat Celsius. Peluang hujan meningkat hingga di atas 30 persen.
Siang hingga sore hari, sekitar pukul 12.00–16.00 WIB, Surabaya berpotensi mengalami hujan disertai petir secara lokal. Suhu udara relatif stabil di kisaran 29–30 derajat Celsius, namun suhu terasa bisa mencapai 37 derajat Celsius. Kecepatan angin meningkat hingga sekitar 21 km per jam, dengan peluang hujan mencapai lebih dari 50 persen.
Pada sore menjelang malam, pukul 17.00–19.00 WIB, hujan petir diperkirakan masih terjadi dan berlanjut menjadi hujan ringan hingga malam hari. Suhu udara berangsur turun dari 28 menjadi 26 derajat Celsius, dengan kelembapan meningkat hingga mendekati 90 persen.
Hujan ringan diperkirakan masih berlanjut hingga larut malam, pukul 20.00–23.00 WIB, meski dengan intensitas yang cenderung menurun. Kondisi ini tetap perlu diantisipasi, khususnya bagi pengguna jalan dan warga di wilayah rawan genangan.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa sepanjang Februari 2026 masih berada pada puncak musim hujan. BMKG menekankan adanya potensi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat disertai petir dan angin kencang, yang dapat terjadi secara tiba-tiba di berbagai wilayah Jawa Timur, termasuk Surabaya.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini dan meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko banjir, genangan, maupun gangguan aktivitas akibat cuaca buruk. (*)
Editor : Lambertus Hurek