RADAR SURABAYA – Di tengah meningkatnya kewaspadaan dunia terhadap ancaman Virus Nipah, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) memastikan sistem pertahanan kesehatan kota berada dalam kondisi siaga penuh. Meski hingga kini belum ditemukan kasus, langkah antisipasi terus diperketat untuk menjaga Surabaya tetap aman.
Kepala Dinkes Kota Surabaya, Nanik Sukristina, menegaskan bahwa Surabaya tidak menunggu munculnya kasus untuk bertindak. Penguatan sistem surveilans penyakit menular telah berjalan rutin di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.
“Pemantauan kesehatan kami lakukan secara berkala dan terintegrasi. Kami terus berkoordinasi dengan Dinkes Provinsi Jawa Timur serta Kementerian Kesehatan agar setiap potensi risiko bisa terdeteksi sejak dini,” ujar Nanik.
Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia, dengan kelelawar pemakan buah sebagai reservoir alaminya. Virus ini dapat menyerang sistem pernapasan hingga saraf, dengan tingkat keparahan yang beragam.
“Penularan bisa terjadi melalui kontak dengan hewan terinfeksi, konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, dan pada kondisi tertentu melalui kontak erat antarmanusia,” jelasnya.
Sebagai kota metropolitan dengan mobilitas tinggi, Surabaya memprioritaskan langkah pencegahan berbasis edukasi dan kesiapsiagaan layanan kesehatan. Dinkes secara aktif menyosialisasikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), memperkuat peran tenaga medis, serta memastikan informasi resmi tersampaikan hingga tingkat masyarakat.
“Masyarakat kami imbau untuk menghindari makanan yang tidak higienis, memastikan konsumsi makanan matang, dan tidak melakukan kontak dengan hewan liar,” kata Nanik.
Ia menambahkan, seluruh puskesmas dan rumah sakit di Surabaya telah dilengkapi mekanisme kewaspadaan dini, mulai dari skrining gejala, pencatatan medis, hingga pelaporan kasus melalui sistem surveilans nasional.
“Dengan sistem ini, jika ada gejala yang mengarah ke penyakit menular tertentu, deteksi dini bisa segera dilakukan,” imbuhnya.
Terkait pengawasan di pintu masuk wilayah, baik darat, laut, maupun udara, Nanik menyebut penanganannya dilakukan secara lintas sektor bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan dan instansi terkait. Dinkes Surabaya tetap bersiaga untuk mendukung jika ada notifikasi dari otoritas pusat.
Warga juga diimbau segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, batuk, gangguan pernapasan, mual, atau muntah. Kewaspadaan perlu ditingkatkan jika disertai penurunan kesadaran, kejang, atau riwayat kontak dengan hewan liar maupun orang sakit.
“Hingga hari ini, Surabaya masih nol kasus Virus Nipah. Namun pemantauan tidak pernah kami hentikan,” tegas Nanik.
Ia pun mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak terjebak informasi yang menyesatkan. “Kami minta warga tidak panik, tetapi waspada secara rasional. Terapkan PHBS, jaga kebersihan, dan pastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi pemerintah,” pungkasnya. (dim/gun)
Editor : Guntur Irianto