Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Strategi Pemkot Surabaya Antisipasi Genangan saat Musim Hujan, Perkuat Kualitas Jalan Rawan 

Dimas Mahendra • Selasa, 3 Februari 2026 | 08:53 WIB
GERAK CEPAT: Pemkot Surabaya melakukan peningkatan kualitas jalan untuk antisipasi genangan saat musim hujan.(IST/RADAR SURABAYA)
GERAK CEPAT: Pemkot Surabaya melakukan peningkatan kualitas jalan untuk antisipasi genangan saat musim hujan.(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai menggeser strategi penanganan genangan air di jalanan dengan memperkuat kualitas badan jalan. Tidak hanya mengandalkan normalisasi saluran dan pembesaran drainase, pemkot kini memprioritaskan peningkatan jalan menggunakan metode overlay di sejumlah titik rawan genangan.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan jalan tetap aman dilalui saat hujan deras sekaligus meminimalkan genangan yang kerap muncul akibat kontur jalan dan sistem drainase lama.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Dedy Purwito, mengatakan peningkatan kualitas jalan menjadi bagian penting dari pengendalian genangan di wilayah perkotaan.

“Ada beberapa lokasi jalan yang akan kami tingkatkan dengan overlay sebagai upaya pengurangan genangan,” ujar Dedy.

Sejumlah ruas yang masuk prioritas antara lain Tenggilis Mejoyo, yang selama ini kerap menjadi lokasi genangan air, serta Ngagel Madya, tepatnya di depan Sekolah Santa Clara. Di wilayah Surabaya Utara, beberapa ruas di kawasan Perak seperti Teluk Bayur dan Teluk Nibung juga masuk daftar penanganan utama.

“Wilayah utara memang menjadi perhatian karena saat hujan deras, genangan sering terjadi,” jelasnya.

Selain peningkatan jalan, DSDABM juga mengintensifkan perbaikan jalan berlubang yang meningkat pada puncak musim hujan. Dedy menyebut, pada Desember 2025 hingga Januari 2026, fokus utama pemkot adalah menutup lubang-lubang jalan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

“Di periode itu, prioritas kami memang perbaikan jalan berlubang karena curah hujan tinggi,” katanya.

Setiap hari, DSDABM menerima dan memantau laporan kerusakan jalan dari berbagai kanal. Target penanganan ditetapkan maksimal 1x24 jam sejak laporan diterima. Dalam satu hari, jumlah titik yang ditangani bahkan bisa mencapai hingga 70 lokasi.

Untuk memastikan respons cepat, Pemkot Surabaya mengerahkan Satuan Tugas (Satgas) Jalan yang bersifat mobile. Terdapat sembilan tim Satgas, masing-masing beranggotakan 9–10 personel, yang disebar merata di seluruh wilayah Surabaya. “Setiap wilayah ada timnya sendiri, mulai selatan, barat, timur, pusat, sampai utara,” ujar Dedy.

Baca Juga: Maarten Paes Resmi Gabung Ajax, Kiper Timnas Indonesia Sebut Momen Terbesar dalam Hidupnya

Selain Satgas Jalan, Pemkot juga mengoperasikan Unit Reaksi Cepat (URC) yang siap bergerak setiap saat menindaklanjuti laporan warga. Masyarakat pun didorong untuk aktif melaporkan kerusakan jalan melalui berbagai kanal, mulai dari Aplikasi WargaKu, laporan kelurahan dan kecamatan melalui Sigap Jalan, media sosial resmi Pemkot Surabaya, hingga Command Center 112.

“Semua laporan yang masuk pasti kami tindaklanjuti. Peran aktif masyarakat sangat membantu kami menjaga kondisi jalan tetap aman,” pungkas Dedy.

Dengan kombinasi peningkatan kualitas jalan, respons cepat, dan partisipasi warga, Pemkot Surabaya berharap risiko genangan dan kerusakan jalan selama musim hujan dapat ditekan secara signifikan. (dim/gun)

Editor : Guntur Irianto
#cara #kualitas #air #badan #berita surabaya #strategi #berita surabaya hari ini #Peninggian #jalan #antisipasi #program #pemerintah #pencegahan #genangan #pemkot surabaya #Baru #Penanganan #aspal #banjir #jalanan #kebijakan