Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Banjir Rob Masih Jadi Masalah di Pesisir Surabaya, Rumah Pompa dan Bozem Jadi Solusi Sementara sebelum Ada Tanggul Laut

Dimas Mahendra • Selasa, 3 Februari 2026 | 08:05 WIB
TERGENANG KEMBALI: Warga Kalianak Surabaya kembali menghadapi banjir rob dengan ketinggian 10-20 meter. Warga berharap ada solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir.
TERGENANG KEMBALI: Warga Kalianak Surabaya kembali menghadapi banjir rob dengan ketinggian 10-20 meter. Warga berharap ada solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir.

RADAR SURABAYA – Sebelum tanggul laut dibangun, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya diminta mengambil langkah taktis dan cepat dalam menangani banjir rob di kawasan pesisir. Rumah pompa, pintu air, dan bozem dinilai bisa menjadi solusi jangka pendek.

Wakil Ketua DPRD Surabaya Bahtiyar Rifai menegaskan, penanganan banjir rob harus dibagi dalam dua kerangka, yakni jangka panjang dan jangka pendek. Untuk jangka panjang, komunikasi intensif dengan pemerintah pusat dan provinsi terkait rencana pembangunan tanggul laut tetap harus dimaksimalkan.

“Koordinasi dengan provinsi dan pemerintah pusat soal tanggul laut memang perlu terus diperkuat, karena itu solusi jangka panjang,” ujar Bahtiyar di Surabaya.

Namun, politisi Partai Gerindra ini menekankan, Pemkot Surabaya tetap memiliki ruang gerak yang cukup luas dalam melakukan mitigasi banjir rob di lapangan, sesuai kewenangan yang dimiliki saat ini.

“Untuk antisipasi di lapangan, pemkot harus mengoptimalkan rumah pompa terdekat, pintu air, dan bozem. Aliran air rob itu harus bisa diatur supaya tidak mengganggu kenyamanan dan aktivitas warga,” jelasnya.

Menurut Bahtiyar, keberadaan rumah pompa dan bozem di kawasan pesisir Kota Surabaya sebenarnya sudah menjadi modal penting. Tinggal bagaimana sistem tersebut dioperasikan secara maksimal, terutama saat pasang laut berbarengan dengan curah hujan tinggi.

Selain infrastruktur statis, Bahtiyar juga membuka opsi penanganan darurat dengan melibatkan armada bergerak. Ia menyebut, mobil pemadam kebakaran (PMK) bisa dikerahkan untuk membantu penyedotan air rob apabila kondisi di lapangan membutuhkan respons cepat.

“Kalau diperlukan, mobil PMK juga bisa diterjunkan untuk membantu penanganan banjir rob, terutama di titik-titik yang rawan dan padat penduduk,” katanya.

Ia berharap, langkah-langkah ini dapat menjadi solusi efektif sembari menunggu kebijakan strategis jangka panjang dari pemerintah pusat. Dengan kombinasi koordinasi lintas pemerintahan dan optimalisasi infrastruktur yang ada, Bahtiyar optimistis dampak banjir rob di kawasan pesisir Surabaya dapat ditekan.

“Yang terpenting sekarang, warga tetap aman dan aktivitas tidak terganggu. Itu yang harus menjadi prioritas bersama,” pungkasnya. (dim)

Editor : Lambertus Hurek
#Kota Surabaya #tanggul laut #banjir rob #banjir rob surabaya #dprd surabaya #rumah pompa