RADAR SURABAYA - Menyambut Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU), Lembaga Seni Budaya Muslimin (Lesbumi) PWNU Jawa Timur menggelar pameran lukisan bertajuk Mangsa Kalasubo di Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS), Kompleks Balai Pemuda Surabaya.
Pameran ini menjadi ruang refleksi sekaligus harapan akan masa depan bangsa yang lebih makmur dan sejahtera.
Ketua pelaksana pameran, Nabila Dewi Gayatri, menjelaskan, Mangsa Kalasubo memiliki makna kemakmuran dan kesejahteraan.
Tema tersebut dipilih sebagai doa dan harapan bersama yang diwujudkan melalui karya seni rupa.
“Mangsa Kalasubo berarti kemakmuran dan kesejahteraan. Saya dan para pelukis berharap semua itu bisa hadir di sini,” ujar Nabila, Senin (2/2/2026).
Menurutnya, pameran ini juga merupakan wujud husnudhan atau berprasangka baik kepada Sang Pencipta.
Melalui karya-karya yang dipamerkan, para perupa menyampaikan optimisme bahwa keadilan, kesejahteraan, dan kejayaan akan terwujud di Indonesia, sementara hal-hal yang kurang baik akan berlalu.
“Ini adalah bentuk husnudhan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Bahwa akan datang keadilan, kemakmuran, kesejahteraan, dan kejayaan bagi Indonesia. Itu harapan kita semua,” jelasnya.
Pameran lukisan ini melibatkan 15 perupa dengan menampilkan total 16 karya.
Para seniman yang berpartisipasi berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Bali, Sumatera, Madura, Sulawesi, Kalimantan, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Jawa Barat.
Nabila menambahkan, tidak ada batasan aliran dalam pameran ini.
Setiap perupa diberi kebebasan untuk mengekspresikan gagasan dan gaya masing-masing sesuai karakter karya mereka.
“Tidak ada batasan aliran. Setiap perupa bebas mengekspresikan gaya dan pemikirannya,” katanya.
Proses persiapan pameran memakan waktu sekitar tiga bulan.
Para perupa yang terlibat dipilih karena memiliki jam terbang dan pengalaman yang cukup panjang di dunia seni rupa.
Beberapa nama perupa nasional turut ambil bagian, di antaranya KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) hingga Nasirun.
Ada salah satu karya yang menampilkan sosok Presiden ke-4 Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
“Ketika melihat sosok Gus Dur, orang akan teringat kebaikan dan perjuangan beliau,” tutur Nabila.
Pameran Mangsa Kalasubo dibuka untuk umum dan akan berlangsung hingga 8 Februari 2026.
Nabila berharap masyarakat dapat datang dan mengapresiasi karya-karya yang dipamerkan, sekaligus mengambil nilai edukasi dan manfaat dari pesan yang disampaikan para seniman.
“Saya ingin masyarakat mengapresiasi pameran ini. Semoga bisa memberi edukasi dan manfaat bagi mereka,” pungkasnya. (sam/opi)
Editor : Nofilawati Anisa