Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

DPC PDIP Surabaya Lakukan Konsolidasi dengan PAC, Fokus Regenerasi Kader Muda

Dimas Mahendra • Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:35 WIB
RAPATKAN BARISAN: Ketua DPC PDIP Surabaya Armuji saat memimpin rapat konsolidasi PAC.(IST/RADAR SURABAYA)
RAPATKAN BARISAN: Ketua DPC PDIP Surabaya Armuji saat memimpin rapat konsolidasi PAC.(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya mulai memanaskan mesin politik menuju Pemilu 2029. Langkah awal itu ditandai dengan rapat konsolidasi Pengurus Anak Cabang (PAC) dan Pengurus Ranting yang digelar secara marathon selama tiga hari.

Konsolidasi diawali dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1, meliputi Kecamatan Bubutan, Krembangan, Gubeng, Tegalsari, Simokerto, dan Genteng.

Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Armuji, yang juga Wakil Wali Kota Surabaya, menegaskan bahwa konsolidasi ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan fondasi awal pembentukan kepemimpinan partai di tingkat kecamatan untuk lima tahun ke depan.

“Ini agenda berjenjang setelah Kongres, Konferda, dan Konfercab menuju Musancab. Di sinilah kader-kader terbaik disaring untuk menjadi Ketua PAC,” ujar Armuji.

Ia menekankan, setiap PAC wajib mengusulkan minimal lima nama calon Ketua PAC dengan komposisi seimbang antara kader muda dan kader berpengalaman. Menurutnya, regenerasi menjadi kunci agar PDI Perjuangan tetap relevan dengan dinamika pemilih masa depan.

“Komposisinya 50 persen kader muda dan 50 persen kader senior. Anak-anak milenial dan Gen Z harus melek politik dan siap menjadi pemimpin partai ke depan,” tegasnya.

Armuji menyebut seluruh rangkaian Pramusancab ditargetkan rampung akhir pekan ini, dan hasilnya akan dilaporkan ke DPD PDI Perjuangan Jawa Timur paling lambat 14 Februari 2026.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Keanggotaan DPC PDI Perjuangan Surabaya Sukadar memastikan seluruh tahapan konsolidasi berjalan sesuai mekanisme dan aturan partai.

“Rapat PAC dinyatakan sah apabila dihadiri minimal 50 persen plus satu peserta. Semua fungsionaris PAC serta KSB ranting sesuai SK memiliki hak mengusulkan calon Ketua PAC melalui formulir resmi,” jelasnya.

Ia menegaskan, pendamping dari DPC tidak memiliki hak suara dan hanya berfungsi sebagai peninjau, sementara berita acara wajib ditandatangani asli dan distempel PAC sebagai bentuk akuntabilitas organisasi.

Usai sesi kedua, Wakil Sekretaris Bidang Program DPC PDI Perjuangan Surabaya Aliyuddin menambahkan bahwa konsolidasi ini tidak hanya berorientasi pada struktur partai, tetapi juga mencari figur pemimpin akar rumput yang mampu membesarkan partai di wilayah masing-masing.

“Kami mencari kader yang loyal, berideologi Pancasila kuat, dan punya kapasitas kepemimpinan. Kader muda menjadi prioritas jika memiliki visi yang jelas dan rekam jejak baik,” ujarnya.

Aliyuddin menegaskan, hasil rapat PAC akan menjadi bahan bagi DPD untuk menetapkan Ketua PAC terpilih beserta dua pendamping, yang selanjutnya menyusun kepengurusan lengkap di tingkat kecamatan.

Lebih jauh, ia menilai konsolidasi ini sebagai langkah strategis menyiapkan PDIP Surabaya menghadapi Pemilu 2029, dengan memperkuat kerja-kerja kerakyatan jauh sebelum tahapan pemilu dimulai.

“PAC tidak hanya bicara pemilu. Mereka harus rutin turun ke masyarakat, menyerap aspirasi soal kesehatan, ekonomi, dan pendidikan. Itu kekuatan PDIP,” pungkasnya.

Dengan konsolidasi berjenjang ini, PDI Perjuangan Surabaya optimistis struktur partai semakin solid dan siap menghadapi tantangan politik lima tahun mendatang. (dim/gun)

Editor : Guntur Irianto
#kader #banteng #Kota Surabaya #PDIP Surabaya #PDI Perjuangan (PDIP) #PAC #terbaru #armuji #konsolidasi #Berita Politik #Tingkat #Berita Politik Hari Ini #rapat #kecamatan #muda