Jelang Imlek dan Ramadan, Ini Langkah Pemkot Surabaya Pastikan Stok Pangan Mencukupi dan Harga Tetap Stabil 

Dimas Mahendra • Dipublikasikan Rabu, 28 Januari 2026 | 21:14 WIB
BELANJA: Pemkot Surabaya pastikan stok pangan aman dan harga terkendali jelang imlek serta ramadan.(IST/RADAR SURABAYA)
BELANJA: Pemkot Surabaya pastikan stok pangan aman dan harga terkendali jelang imlek serta ramadan.(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA — Dua momentum besar sekaligus, perayaan Imlek dan datangnya Bulan Ramadan, kerap menjadi periode rawan lonjakan kebutuhan bahan pangan. Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan masyarakat tak perlu khawatir. Stok pangan di Kota Pahlawan dipastikan dalam kondisi aman, dengan harga yang relatif stabil dan distribusi yang terkendali.

Kondisi tersebut diperkuat oleh Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Kota Surabaya tahun 2025 yang mencapai 73,28, menempatkan Surabaya dalam kategori daerah dengan ketahanan pangan baik dan stabil. Angka ini menjadi indikator kesiapan kota dalam menghadapi peningkatan konsumsi masyarakat menjelang hari besar keagamaan.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya pun meningkatkan intensitas pemantauan di pasar-pasar tradisional maupun jalur distribusi utama. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gejolak harga akibat meningkatnya permintaan.

“Kami memastikan ketersediaan stok pangan di Surabaya aman menjelang Imlek dan awal Ramadan. Pemantauan kami lakukan secara rutin agar pasokan dan harga tetap terkendali,” ujar Kepala DKPP Surabaya, Antiek Sugiharti.

Berdasarkan data pemantauan harga per 27 Januari 2026, sejumlah komoditas strategis terpantau stabil. Harga beras premium berada di kisaran Rp 15.416 per kilogram, beras medium Rp 12.666 per kilogram, dan gula kristal putih Rp 16.833 per kilogram. Komoditas protein hewani seperti daging sapi paha belakang juga stabil di harga Rp 115.000 per kilogram.

Sementara itu, beberapa komoditas justru mengalami penurunan tipis. Harga daging ayam ras tercatat Rp 36.250 per kilogram, telur ayam ras Rp 27.583 per kilogram, dan telur ayam kampung tetap stabil di Rp 46.133 per kilogram.

Antiek menegaskan, stabilitas ini merupakan hasil dari langkah antisipatif Pemkot Surabaya. Jika terjadi gejolak harga atau indikasi pasokan menipis, Pemkot siap menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) maupun operasi pasar bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Kami sudah menyiapkan skema intervensi. Jika ada lonjakan harga atau pasokan terganggu, kami segera turun bersama stakeholder untuk menjaga keterjangkauan harga,” jelasnya.

Selain itu, koordinasi juga dilakukan secara intensif dengan pengelola pasar, distributor, dan perangkat daerah terkait guna memastikan kelancaran distribusi pangan hingga ke tingkat konsumen.

Dengan kondisi tersebut, Pemkot Surabaya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan berbelanja secara bijak. “Kami mengajak warga membeli sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying. Stok pangan aman dan distribusi berjalan lancar,” pungkasnya.

Melalui kesiapsiagaan ini, Pemkot Surabaya berharap stabilitas pangan tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalani perayaan Imlek dan ibadah Ramadan dengan tenang dan nyaman. (dim/gun)

 

 

Editor : Guntur Irianto
Sumber : radar surabaya
kebutuhan stok bapok dkpp surabaya berita sembako imlek pangan pemkot bahan stabil harga berita surabaya hari ini berita surabaya terkini minyak pemkot surabaya daging telur beras sembako ramadan pokok