RADAR SURABAYA – Penyakit jantung dan pembuluh darah masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
Menjawab tantangan tersebut, Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) resmi mengoperasikan catheterization laboratory (cath lab) sebagai pusat layanan intervensi jantung dan pembuluh darah berteknologi tinggi.
Cath lab RSUA yang berlokasi di lantai 1 Gedung Graha Trimed RS Unair itu diresmikan pada Rabu (28/1).
Sejak mulai beroperasi pada awal Januari 2026, fasilitas ini telah melakukan 46 tindakan medis, menandakan tingginya kebutuhan layanan kardiovaskular di Jawa Timur.
Rektor Universitas Airlangga, Prof. Dr. Muhammad Madyan, menyatakan bahwa kehadiran cath lab menjadi langkah strategis untuk memperluas akses layanan kesehatan jantung yang berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat.
“Kami berkomitmen menghadirkan layanan teknologi medis yang optimal, berkualitas, dan tetap dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Prof. Madyan.
Selain mendukung pelayanan klinis, cath lab RSUA juga berperan penting dalam penguatan ekosistem pendidikan dan riset kedokteran.
Fasilitas ini akan menjadi sarana pembelajaran bagi calon dokter spesialis dan subspesialis di lingkungan Universitas Airlangga.
“Rawatlah fasilitas ini dengan baik dan layani setiap pasien dengan sepenuh hati. Jadikan teknologi sebagai alat untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa,” pesannya.
Dukung Layanan Kardiovaskular hingga Neurologi
Direktur RS Unair, Dr. dr. Muhammad Ardian Cahya Laksana, Sp.OG, Subsp. Obginsos, M.Kes., menjelaskan bahwa pengoperasian cath lab merupakan bagian dari komitmen rumah sakit
dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya di bidang kardiovaskular, neurologi, dan bedah toraks kardiovaskular (BTKV).
“Sejak mulai beroperasi awal Januari, cath lab telah melayani 46 tindakan. Ini menjadi indikator meningkatnya kebutuhan layanan intervensi sekaligus bukti bahwa cath lab mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” kata dr. Ardian.
Saat ini, layanan cath lab RSUA didukung operator dari bidang kardiologi, neurologi, serta bedah toraks kardiovaskular. Ke depan, RSUA juga mengajukan penambahan operator dari bidang bedah saraf dan kardiologi pediatrik.
“Dengan penambahan tersebut, kami berharap pelayanan dapat mencakup kasus dewasa hingga pediatrik, mulai dari tindakan elektif hingga kasus kompleks,” jelasnya.
Teknologi Mutakhir, Radiasi Lebih Aman
Cath lab RSUA dilengkapi teknologi terkini, mulai dari detektor berukuran besar, resolusi gambar optimal, paparan radiasi minimal, hingga dukungan teknologi 3D, 4D, dan Dyna CT Scan.
Teknologi ini memungkinkan tindakan medis dilakukan dengan tingkat presisi dan keselamatan yang lebih tinggi.
“Teknologi ini tidak hanya meningkatkan mutu pelayanan klinis, tetapi juga memperkuat peran RS Unair sebagai rumah sakit pendidikan dan pusat pengembangan ilmu pengetahuan,” pungkas dr. Ardian.
Dengan kehadiran cath lab modern ini, RSUA diharapkan mampu menjadi rujukan layanan jantung dan pembuluh darah sekaligus pusat pendidikan dokter spesialis di Indonesia. (rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan