Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

ITS Gandeng Ilmuwan Inggris Menuju Kampus Berdampak, Bangun Ekosistem Riset dan Interdisipliner

Rahmat Sudrajat • Senin, 26 Januari 2026 | 16:00 WIB
SOLUSI: Peneliti sekaligus influencer Bagus Putra Muljadi menjelaskan penguatan ekosistem riset interdisipliner yang berdampak.
SOLUSI: Peneliti sekaligus influencer Bagus Putra Muljadi menjelaskan penguatan ekosistem riset interdisipliner yang berdampak.

RADAR SURABAYA - Untuk mewujudkan kampus berdampak dan berdaya saing global, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadirkan ilmuwan sekaligus influencer Bagus Putra Muljadi dari University of Nottingham, Inggris.

Rektor ITS Prof. Dr. (HC). Ir. Bambang Pramujati, ST. MSc. Eng. PhD mengatakan, tujuan sarasehan ini dilatarbelakangi oleh fase transisi krusial ITS selama 20 tahun mendatang.

Fase tersebut diiringi target seperti penyediaan kebijakan publik, peningkatan reputasi internasional per fakultas, dan kolaborasi International Co-authorship, serta menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0, transformasi digital, dan perubahan iklim.

Berangkat dari hal tersebut, ITS menetapkan lima bidang penelitian unggulan untuk penguatan kualitas kampus berdampak.

"Hal ini ditujukan untuk menjadi motor penggerak penelitian sekaligus membuka peluang interaksi dengan berbagai institusi," ujarnya, Senin (26/1).

Sejalan dengan itu, Asisten Profesor Teknik Kimia dan Lingkungan University of Nottingham Bagus Muljadi memaparkan pentingnya membangun lingkungan kompetensi interdisipliner antar peneliti dan akademisi.

Menurutnya, kolaborasi lintas disiplin menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan global yang semakin kompleks.

Lebih lanjut Bagus memberikan contoh melalui bencana yang terjadi di Pulau Sumatera belum lama ini, yang dapat diselesaikan dengan pendekatan interdisipliner.

"Dengan sinergitas inilah yang menjadikan suatu instansi perguruan tinggi memiliki transformasi riset menuju solusi dampak global," paparnya.

Ia menjelaskan berbagai jurusan dapat berperan masing-masing, seperti Teknik Lingkungan sebagai inisiator pengelolaan dampak bencana dan Matematika sebagai perumus peluang rentang lama bencana.

Selain itu, dampak global yang meningkat membuat banyak penentuan trilema situasi pilihan sulit antara tiga opsi yang hanya dua di antaranya bisa dicapai secara optimal pada satu waktu.

"Khusus pengelolaan energi global, trilema yang bisa digunakan yaitu peningkatan pemulihan minyak dan gas, pengelolaan dan perlindungan sumber daya air, serta produksi hidrokarbon alternatif yang efektif," pungkasnya. (rmt/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#influencer #Ekosistem #its surabaya #Bagus Putra Muljadi #kampus berdampak #ilmuwan