RADAR SURABAYA - Puluhan pelajar sekolah dasar (SD) di Surabaya diajak mengekpresikan diri untuk menyuarakan isu lingkungan dan perubahan iklim dari masing-masing individu.
Mereka juga menggambar bersama bertema isu lingkungan dan perubahan iklim.
Melalui gambar, anak-anak menuangkan gagasan, harapan, dan kekhawatiran mereka terhadap kondisi bumi, mulai dari meminta sungai bersih dari sampah, melindungi bumi dari perubahan iklim hingga menginginkan lingkungan sekolah yang hijau dan sehat.
"Perubahan besar selalu dimulai dari kebiasaan kecil. Anak-anak punya peran penting menjaga lingkungan sekolah dengan hal sederhana, seperti membawa botol minum guna ulang, memilah sampah, dan mengurangi plastik sekali pakai. Jika dibiasakan sejak dini, ini akan menjadi budaya baik sampai dewasa,” tegas Co-Captain River Warrior, Aeshnina Azzahra, Senin (26/1).
Ia juga menegaskan komitmen untuk memperkuat literasi lingkungan anak-anak serta membangun kebiasaan ramah lingkungan yang berkelanjutan mulai dari sekolah.
Anak-anak juga mendapatkan pemahaman tentang zero waste dan pentingnya peran anak-anak dalam mengurangi sampah di lingkungan sekolah.
Anak-anak diperkenalkan pada ekosistem guna ulang serta bahaya mikroplastik bagi lingkungan dan kesehatan.
“Guna ulang itu bukan hal sulit. Kita bisa mulai dari sekolah, misalnya dengan membawa botol minum sendiri dan mengisi ulang daripada membeli kemasan sekali pakai. Jika dilakukan bersama-sama, kebiasaan kecil ini bisa mengurangi sampah plastik dan melindungi lingkungan,” jelas Jofan Ahmad, Koordinator Refillin Ecoton.
Sementara itu Miss Young dari Komunitas Oh My Earth Korea Selatan mengaku senang bisa berbagi dan menuangkan gagasan untuk anak-anak dalam menyuarakan kepedulian lingkungan melalui gambar.
Hal ini menurutnya penting untuk mengenalkan anak sejak dini sehingga muncul kesadaran dalam menjaga bumi dari kerusakan.
“Saya sangat senang bisa datang ke sini dan melihat langsung antusiasme anak-anak dalam berbagi serta menuangkan gagasan mereka melalui gambar. Kesadaran untuk menjaga bumi memang harus ditumbuhkan sejak usia dini," tutur Miss Young. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa