Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sistem Pompa Surabaya Dapat Apresiasi Wamendagri, Jadi Inspirasi Pengendalian Banjir Nasional

Dimas Mahendra • Kamis, 22 Januari 2026 | 19:38 WIB

 

Wamendagri Bima Arya Sugiarto bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau Rumah Pompa Darmo Kali pada Kamis (22/1).
Wamendagri Bima Arya Sugiarto bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau Rumah Pompa Darmo Kali pada Kamis (22/1).

RADAR SURABAYA - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau Rumah Pompa Darmo Kali pada Kamis (22/1).

Kunjungan ini menjadi momentum apresiasi sekaligus pembelajaran atas sistem pengendalian banjir Surabaya yang terbukti mampu menekan genangan di pusat kota.

Dalam kesempatan tersebut, Wamendagri Bima Arya menekankan bahwa pemerintah daerah kini dituntut tidak hanya siaga menghadapi cuaca ekstrem, tetapi juga harus berinovasi. Ia menilai sistem pompa air Surabaya efektif mengurangi genangan meski hujan deras kerap turun.

“Hari ini pemerintah daerah dituntut bukan hanya siaga, tetapi juga inovatif menghadapi potensi banjir akibat cuaca ekstrem. Saya mendengar Surabaya memiliki sistem pompa air yang mampu mengurangi genangan secara signifikan, bahkan di pusat kota persoalan banjir hampir tidak ada lagi,” ujarnya.

Bima Arya mengungkapkan ketertarikannya untuk mempelajari sistem pompa Surabaya lebih mendalam.

Menurutnya, praktik baik ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain. Ia juga menyoroti integrasi pompa dengan mechanical screen untuk pengelolaan sampah sebagai inovasi yang patut dikaji.

“Salah satu yang patut dicontoh adalah sistem pompa air Surabaya yang terintegrasi dengan mechanical screen. Inovasi ini menarik untuk dikaji, apakah bisa direplikasi atau dimodifikasi sesuai karakter dan kebutuhan daerah lain,” tuturnya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan bahwa keberhasilan sistem pompa terlihat dari perubahan signifikan di sejumlah titik yang sebelumnya langganan banjir, seperti Jalan Ahmad Yani,  Monumen Bambu Runcing, Jalan Kayoon, depan Gedung Grahadi, hingga Patung Joko Dolog.

“Beliau heran, hujan deras berkali-kali tapi di pusat kota tidak ada genangan. Saya jelaskan bahwa itu hasil dari sistem pompa dan drainase yang dibangun dan dijalankan secara terintegrasi. Alhamdulillah, sampai sekarang berjalan dengan baik,” kata Eri.

Eri menambahkan, penanganan banjir terus dilakukan di wilayah lain seperti Ketintang, Gayungan, Margorejo, dan Dukuh Kupang yang kini bebas dari genangan setelah puluhan tahun rawan banjir.

Meski begitu, ia mengakui masih ada titik banjir di kawasan Simo dan sekitar SMA Negeri 14 Surabaya yang mulai ditangani tahun ini.

Eri berharap inovasi ini dapat diadopsi daerah lain sebagai solusi berkelanjutan menghadapi cuaca ekstrem dan banjir. (dim/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Wamendagri #surabaya #bima arya #pengendali banjir #banjir #Eri Cahyadi #rumah pompa