RADAR SURABAYA - Warga Surabaya mendatangi Polrestabes Surabaya di Jalan Sikatan 1, Surabaya, Rabu (21/1). Mereka datang untuk mencari motor mereka yang hilang di kegiatan yang bertajuk "Bazar Pengembalian Barang Bukti Sepeda Motor" di Polrestabes Surabaya mulai 21-23 Januari 2026 sesi pertama.
Sejak Rabu pagi warga sudah datang dan melihat papan berisi data ranmor bazar yang sudah teridentifikasi. Sementara ribuan motor hasil sitaan barang bukti curanmor dan penindakan balap liar telah diparkir rapi di lapangan B Mapolrestabes Surabaya.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Lutfhie Sulistiawan mengatakan, dalam kurun waktu satu tahun ini diprioritaskan pengungkapan kasus curanmor. Selama tahun 2025 Polrestabes Surabaya dan jajaran telah mengungkap 540 kasus curanmor dan menangkap 470 tersangka.
"Kendaraan secara keseluruhan ini 1.050 unit. Memang tidak semua itu dari curanmor. Karena memang ada beberapa terkait balap liar ada 103 unit di blok depan," ujarnya usai membuka bazar ranmor di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (21/1).
Lutfhie mengungkapkan dari 1.050 unit kendaraan yang belum atau masih proses identifikasi sekitar 107 unit. Sementara terkait barang bukti balap liar, nanti kepolisian akan membantu prosesnya dan sudah bekerja sama dengan BRI untuk berkaitan pembayaran tilang melalui Briva.
"Proses pengembaliannya yang jelas untuk kendaraan itu harus dilengkapi dulu terutama untuk knalpot brong, lampu, spion dilengkapi baru nanti proses pengembalian," bebernya.
Mantan Dirreskrimsus Polda Jatim ini menyebutkan, untuk kendaraan barang bukti curanmor memang kebanyakan nomor polisi (nopol) motor sudah diganti. Polisi melakukan identifikasi kendaraan melalui nomor rangka dan nomor mesin sehingga muncul nopol dan nama pemilik kendaraan.
Untuk pengambilan barang bukti curanmor di Mapolrestabes Surabaya syaratnya pemilik membawa dokumen kendaraan BPKB dan STNK. Setelah dokumen sesuai motor akan dikembalikan secara gratis.
"Silahkan ditanyakan apakah pemilik kendaraan curanmor dimintai biaya atau tidak. Kalau iya saya kembalikan 10 kali lipat," tegasnya.
Sementara salah satu korban penggelapan motor Ayu, 29, mengaku sangat senang. Sebab motor Honda Beat miliknya yang dilaporkan hilang digelapkan pelaku yang menawari pekerjaan ditemukan. Motor Ayu hilang pada Desember 2025 di kawasan Kutisari Surabaya. Setelah menunggu lama, ternyata motor ditemukan dan pelaku dan penadah sudah ditangkap Polsek Tenggilis Mejoyo.
"Proses pelayanan cepat dan motornya langsung diberikan setelah melakukan registrasi. Di samping itu waktu penyerahan motor gratis tanpa dipungut biaya sama sekali," ucapnya sumringah. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto