RADAR SURABAYA - Tren tas perempuan di tahun 2026 bergerak ke arah model yang simpel, fungsional, namun tetap mengutamakan kualitas dan merek ternama.
Tas tak lagi sekadar pelengkap gaya, melainkan kebutuhan yang menunjang aktivitas harian perempuan dari berbagai usia dan latar belakang.
Ruth Kusnomo, CEO Christy Ng, mengatakan, tren tas tahun ini sangat dinamis dan mengikuti momentum tertentu.
Menurutnya, koleksi tas akan terus berganti menyesuaikan momen perayaan maupun kebutuhan konsumen.
“Tren tas di tahun 2026 itu banyak dan masih menyesuaikan momen. Menjelang Imlek biasanya ada koleksi khusus, nanti mendekati Lebaran juga akan ada jenis tas yang berbeda,” ujar Ruth di Surabaya, Selasa (20/1).
Ia menyebutkan, ragam item tas yang diminati cukup banyak, mulai dari shoulder bag, sling bag, hingga tas berbahan kanvas.
Brand tas tertentu juga akan terus melakukan improvisasi dengan menghadirkan koleksi terbaru agar tetap relevan dengan perkembangan tren.
Dari sisi material, minat konsumen dinilai cukup merata. Tas berbahan kulit, kanvas, hingga parasut sama-sama memiliki penggemar.
Namun, untuk penjualan terbanyak, model tote bag masih menjadi favorit.
“Di Christy Ng paling banyak peminatnya ada di Alesso dan Russo. Itu model tote bag, umumnya berbahan kanvas,” jelas Ruth.
Tas tote bag banyak digemari karena dinilai praktis dan dapat digunakan oleh berbagai kalangan.
Warna-warna netral dan lembut seperti hitam, pink, dan abu-abu menjadi pilihan utama konsumen.
“Tote bag ini biasa dipakai mulai usia 25 sampai 60 tahun, dari pekerja hingga ibu rumah tangga. Karena pada umumnya perempuan suka semua barang bisa masuk dalam satu tas,” tambahnya.
Hal tersebut juga dirasakan oleh Nadila Parastuti, perempuan muda yang mengaku lebih memilih tas dengan desain sederhana namun multifungsi.
Baginya, tas harus mudah dibawa ke mana saja dan memiliki bahan yang kuat.
“Sekarang perempuan usia muda seperti saya biasanya suka model yang simpel, bisa dibawa ke mana-mana, bahannya yang kuat, dan warnanya mengikuti tren,” ujar Nadila.
Ia mengaku lebih menyukai model tote bag karena mampu menampung banyak barang dalam satu tempat.
Namun, Nadila cenderung memilih tas dengan bahan non-kain dan tetap mengutamakan merek.
“Kalau saya suka tote bag karena muat banyak. Tapi saya lebih pilih yang bukan berbahan kain. Yang penting tetap merek, karena kualitasnya lebih terjamin,” pungkasnya. (sam/opi)
Editor : Nofilawati Anisa