Surabaya - Fenomena tak biasa terjadi di kawasan Jalan Bogen I, Kelurahan Ploso, Kecamatan Tambaksari, Surabaya. Tanah di teras rumah warga mendadak mengeluarkan asap tipis disertai hawa panas dan bau seperti terbakar.
Pantauan di lokasi, galian tanah tersebut berada tepat di area teras rumah dengan lebar sekitar 30 sentimeter. Asap masih terlihat keluar dari dalam tanah, sementara panas terasa cukup menyengat di sekitarnya.
Baca Juga: Tren Lebaran 2026, Busana Rompi Lepas Mulai Diminati Warga Surabaya
Penghuni rumah, Cik Wen, 70, mengungkapkan bahwa panas dari dalam tanah membuat lantai teras hingga area pintu ruang tamu ikut terasa hangat. Kondisi itu memaksanya mengenakan alas kaki setiap kali melintas di area tersebut.
Awalnya, panas hanya terasa di lantai. Namun setelah dibiarkan selama empat hingga lima hari, suhunya justru semakin meningkat. Merasa khawatir, ia kemudian meminta bantuan tukang untuk membongkar sebagian lantai teras.
Saat tanah digali, asap tipis mendadak keluar dari dalam galian. Peristiwa itu pertama kali terjadi sekitar sepekan lalu dan baru disadari setelah lantai teras dibongkar.
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak keluarga dan diteruskan ke Command Center 112 Surabaya pada Senin (19/1) siang. Petugas sempat melakukan pengecekan di lokasi.
Menurut Cik Wen, petugas menyampaikan kondisi tersebut tidak membahayakan. Namun hingga kini asap tipis dan bau masih tercium dari area galian, sehingga menimbulkan rasa waswas.
Petugas PLN juga turut melakukan pemeriksaan untuk memastikan tidak ada gangguan jaringan listrik. Dari hasil pengecekan, ditemukan kabel listrik yang lecet akibat bergesekan dengan seng.
Baca Juga: Perbaiki Atap Bocor di Rumah Kos Jalan Banyu Urip Surabaya, Tukang Bangunan Tersengat Listrik
Kabel tersebut telah diperbaiki dan diganti guna mencegah potensi bahaya lebih lanjut. Meski demikian, sumber panas dari dalam tanah masih menjadi tanda tanya.
Cik Wen menyebut, selama 35 tahun menempati rumah tersebut, ia baru pertama kali mengalami kejadian serupa. Untuk sementara, galian tanah ditutup seadanya sambil menunggu penanganan lanjutan dari pihak terkait.
Ia berharap ada solusi agar kondisi tersebut segera ditangani dan tidak menimbulkan kekhawatiran di kemudian hari. (ida/fir)
Editor : M Firman Syah