RADAR SURABAYA - Kasus pembacokan di Jalan Wonokusumo Jaya, Surabaya, masih terus dalam penyelidikan kepolisian. Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak terus mengumpulkan bukti untuk mencari pelaku yang menewaskan korban UF, 32, warga Jalan Kedungmangu, Kenjeran, Surabaya.
Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Iptu Suroto mengungkapkan, saat ini penyelidikan masih dilakukan Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Pihaknya sudah melakukan otopsi terhadap jasad korban.
"Satreskrim sudah melakukan otopsi dan meminta keterangan saksi. Satu saksi dari pihak keluarga korban sudah dimintai keterangan," jelasnya.
Ia mengungkapkan, penyelidikan masih dilakukan untuk mencari pelaku pembacokan ini. Sementara dari hasil pemeriksaan, korban mengalami luka tusuk senjata tajam (sajam) di bagian bawah ketiak sebelah kiri. "Ada luka tusuk di bagian ketiak sebelah kiri," katanya.
Kejadian pembacokan ini diduga dilakukan lebih dari lima orang pelaku. Korban yang mengendarai sepeda motor dikeroyok, kemudian ditusuk menggunakan sajam. Setelahnya, korban sempat lari mengendarai sepeda motor L 5506 DAM meninggalkan lokasi.
Sesampainya di depan coffee black warkop Jalan Wonokusumo Jaya, Surabaya, ia berhenti dan tergeletak di lokasi. "Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi. Saat ini, Satreskrim masih mencari pelakunya," terangnya.
Tim Gabungan Cari Pelaku Pembacokan di Jalan Wonokusumo Surabaya
Identitas korban pembacokan di kawasan Wonokusumo, Surabaya, Minggu (18/1) dini hari, akhirnya terungkap. Korban diketahui berinisial UF, 32, warga Kedung Mangu, Kenjeran, Surabaya. Saat ini, Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak melakukan penyelidikan pelaku pembacokan yang membuat korban meninggal dunia ini.
Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP M Prasetyo mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan intensif. Pihaknha mengerahkan seluruh anggota untuk mengungkap kasus ini.
“Tim gabungan Polres dan Polsek sedang menyelidiki kasus ini dan melakukan pengejaran untuk mengungkap identitas pelaku,” ujarnya.(sam/gun)
Editor : Guntur Irianto