RADAR SURABAYA – Identitas korban pembacokan di kawasan Wonokusumo, Surabaya, Minggu (18/1) dini hari, akhirnya terungkap. Korban diketahui berinisial UF, 32, warga Kedung Mangu, Kenjeran, Surabaya. Saat ini, Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak melakukan penyelidikan pelaku pembacokan yang membuat korban meninggal dunia ini.
Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP M Prasetyo mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan intensif. Pihaknha mengerahkan seluruh anggota untuk mengungkap kasus ini.
“Tim gabungan Polres dan Polsek sedang menyelidiki kasus ini dan melakukan pengejaran untuk mengungkap identitas pelaku,” ujarnya.
Kronologi Pembacokan di Jalan Wonokusumo Surabaya
Seperti diberitakan sebelumnya, korban UF sempat ditemukan tanpa identitas tergeletak tak bernyawa di depan Warkop Coffee Black, usai menjadi korban pembacokan brutal oleh sekelompok orang tak dikenal.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat kejadian korban mengenakan peci putih dan sarung. Ia mengendarai sepeda motor Honda Stylo warna abu-abu bernomor polisi L 5506 DAM. Korban diketahui melintas dari arah selatan menuju utara dan diduga hendak menuju pasar.
Menurut keterangan saksi mata, korban tiba-tiba dihadang oleh pelaku di tengah perjalanan. “Situasi waktu itu masih sepi. Tiba-tiba korban dihadang lalu dibacok,” ujar Ali, warga setempat yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Ali menyebutkan, pelaku diperkirakan berjumlah sekitar lima orang. Usai melakukan aksinya, para pelaku langsung melarikan diri menggunakan kendaraan. “Mereka bergerak cepat, setelah itu langsung kabur,” imbuhnya.
Meski mengalami luka parah dan bersimbah darah, korban sempat berusaha menyelamatkan diri. Ia mencoba mendirikan sepeda motornya yang terjatuh, namun kembali ambruk karena kehabisan tenaga.
Dalam kondisi kritis, korban berjalan kaki sekitar 200 meter menuju arah Warkop Coffee Black untuk mencari pertolongan. “Korban sempat teriak-teriak minta tolong. Tapi warga yang dengar takut keluar karena tidak tahu situasinya,” kata Ahmad, warga lain yang baru selesai menunaikan salat Subuh.
Langkah korban akhirnya terhenti tepat di depan warung kopi tersebut. Ia ambruk dengan posisi terlentang dan meninggal dunia di lokasi.(sam/gun)
Editor : Guntur Irianto