Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Fase Bulan Baru, Potensi Banjir Rob Mengintai Kawasan Pesisir Surabaya, Warga Diminta Waspada

Lambertus Hurek • Sabtu, 17 Januari 2026 | 10:05 WIB
Genangan air laut atau banjir rob di kawasan Kalianak Surabaya. (IST)
Genangan air laut atau banjir rob di kawasan Kalianak Surabaya. (IST)


RADAR SURABAYA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat serta ancaman banjir pesisir atau rob yang diperkirakan terjadi pada periode 17 hingga 22 Januari 2026. Wilayah Surabaya dan sekitarnya termasuk dalam area yang perlu meningkatkan kewaspadaan.

BMKG menjelaskan, kondisi cuaca ekstrem tersebut dipicu oleh sejumlah fenomena atmosfer yang terjadi secara bersamaan. Faktor pemicu meliputi penguatan Monsun Asia, anomali suhu muka laut yang masih hangat di perairan sekitar Jawa Timur, serta munculnya bibit Siklon Tropis 96S yang memengaruhi pola angin dan pembentukan awan hujan.

Selain potensi hujan dengan intensitas tinggi, BMKG juga menyoroti adanya fase Bulan Baru yang diperkirakan terjadi pada 19 Januari 2026. Fenomena ini berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut, sehingga memperbesar risiko terjadinya banjir rob di wilayah pesisir. Potensi banjir rob diprediksi mulai meningkat pada 18 Januari dan dapat berlangsung hingga 22 Januari 2026.

Di Surabaya, sejumlah kawasan pesisir yang selama ini rawan terdampak banjir rob kembali masuk dalam daftar wilayah berisiko. Beberapa di antaranya adalah Kalimas Baru, Greges, Kalianak, kawasan Kenjeran, hingga wilayah Pantai Timur Surabaya. Pada titik-titik tersebut, genangan air laut kerap meluas ke permukiman dan jalur transportasi saat pasang maksimum terjadi.

BMKG mengingatkan, dampak banjir rob pada musim hujan dapat menjadi lebih parah apabila terjadi bersamaan dengan hujan deras. Kondisi ini menyebabkan air hujan tidak dapat mengalir normal menuju laut karena tertahan oleh pasang air laut, sehingga genangan berpotensi bertahan lebih lama.

Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, mengamankan barang-barang berharga, serta mengantisipasi gangguan aktivitas akibat genangan. Pemerintah daerah dan instansi terkait juga diharapkan bersiaga untuk mengurangi risiko dan dampak banjir rob selama periode potensi cuaca ekstrem tersebut. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#banjir rob #BMKG #Potensi banjir rob Surabaya #pesisir surabaya #fase bulan baru