RADAR SURABAYA - Tim mahasiswa dan dosen School of Creative Industry Universitas Ciputra Surabaya menampilkan karya busana hasil riset bertajuk The Cultural Legacy and Creative Local Products Initiative, dalam sebuah pagelaran busana di Surabaya beberapa waktu lalu.
Karya tersebut menjadi wujud penggabungan antara riset akademik, kreativitas desain, dan kepedulian terhadap warisan budaya lokal.
Riset dilakukan di Desa Wisata Kampung Ulos Huta Raja, Sumatera Utara.
Desa ini dikenal sebagai salah satu penjaga warisan budaya ulos Batak yang hingga kini masih diproduksi secara tradisional dan sarat makna filosofis.
Melalui pendekatan lintas disiplin yang melibatkan bidang desain, fashion, dan kewirausahaan, tim peneliti menerjemahkan hasil eksplorasi budaya tersebut ke dalam karya busana kontemporer.
Nilai tradisi ulos dipadukan dengan kreativitas serta prinsip keberlanjutan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Koleksi busana yang ditampilkan mengusung identitas etnik dengan sentuhan modern.
Material dan motif ulos ditransformasikan menjadi potongan busana urban yang fungsional, sehingga dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Setiap rancangan menjadi narasi tentang pertemuan warisan lokal dengan inovasi berkelanjutan.
Konsep “local legacy meets sustainable innovation” dihadirkan sebagai gambaran bahwa warisan budaya tidak harus ditinggalkan, melainkan dapat terus hidup melalui pendekatan kreatif dan inklusif.
Busana diposisikan sebagai media cerita yang menjembatani tradisi dan masa depan.
Ketua tim peneliti Melania Rahadiyanti mengatakan, proyek ini juga bertujuan memberi dampak sosial dan budaya bagi masyarakat setempat.
“Melalui proyek ini, kami berharap hasil riset dan eksplorasi desain yang ditampilkan dapat memberi inspirasi bagi warga lokal Desa Huta Raja untuk mengembangkan produk kreatif berbasis ulos dengan nilai tambah dan daya saing baru,” ujarnya, Rabu (14/1).
Menurutnya, kolaborasi ini menunjukkan bagaimana tradisi dapat bertransformasi menjadi inovasi, sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif yang berkelanjutan bagi komunitas lokal.
Pagelaran busana tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan hasil kolaborasi internasional yang tidak hanya berorientasi pada estetika, tetapi juga membawa pesan pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. (sam/opi)
Editor : Nofilawati Anisa