Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Usai Vakum, APPMI Jatim Kembali Gelar Peragaan Busana Angkat Tema Re-Imagine

Andy Satria • Jumat, 16 Januari 2026 | 15:37 WIB
RE IMAGE: Model memeragakan busana karya desainer yang tergabung dalam APPMI Jatim, dalam parade busana yang mengangkat tema Re-Image di Ciputra World Surabaya (CWS), Rabu (14/1) sore.
RE IMAGE: Model memeragakan busana karya desainer yang tergabung dalam APPMI Jatim, dalam parade busana yang mengangkat tema Re-Image di Ciputra World Surabaya (CWS), Rabu (14/1) sore.

RADAR SURABAYA - Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jawa Timur kembali menggelar peragaan busana setelah vakum sejak 2023.

Ajang ini digelar di Ciputra World Surabaya (CWS) dan menjadi penanda bangkitnya geliat industri mode lokal di Jawa Timur.

Sebanyak 16 desainer ambil bagian dalam gelaran tersebut. Mereka menampilkan beragam karya busana dengan mengusung tema besar Re-Imagine, yang merepresentasikan semangat untuk kembali berimajinasi dan berkarya setelah melewati masa jeda.

Ketua APPMI Jatim Lia Afif mengatakan, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para anggota untuk kembali menunjukkan kreativitasnya kepada publik.

“Alhamdulillah, ini adalah kegiatan APPMI setelah vakum terakhir pada 2023. Sudah ada teman-teman yang mulai bangkit kembali untuk menunjukkan karya-karyanya dan segera ditampilkan,” kata Lia, Rabu (14/1) sore.

Lia mengungkapkan, sebagian desainer harus bekerja dalam waktu yang terbatas.

Meski demikian, APPMI Jatim berupaya memberikan ruang terbaik agar karya bisa ditampilkan secara maksimal.

“Banyak dari mereka mengerjakan dengan waktu yang limit. Jadi kami benar-benar berusaha memberikan lokasi yang diinginkan, besar, bisa memainkan cahaya, dan menunjukkan karya secara maksimal,” jelasnya.

Tema Re-Imagine, lanjut Lia, menjadi ajakan bagi setiap anggota APPMI Jatim untuk kembali berimajinasi sesuai karakter masing-masing desainer.

“Re-Imagine ini untuk kita kembali berimajinasi, dari masing-masing anggota menghasilkan karyanya. Semoga tahun ini lebih baik dan semakin menjadikan Surabaya sebagai trend center fashion di Indonesia,” katanya.

Dalam peragaan busana tersebut, tren mode 2026 turut diperkenalkan.

Beberapa warna yang mendominasi antara lain navy blue, cokelat tua, serta warna-warna lembut yang tetap diminati.

Penggunaan wastra masih dipertahankan, dipadukan dengan motif bunga dan motif kotak-kotak yang kembali menjadi tren.

Selain itu, material denim juga banyak digunakan dalam koleksi para desainer.

Menurut Lia, konsep sustainable fashion menjadi salah satu perhatian utama tahun ini. Namun, konsep berkelanjutan tidak selalu berarti menggunakan bahan bekas.

“Sustainable fashion itu tidak harus bahan yang sudah dipakai. Bisa juga menggunakan bahan baru yang diolah lagi, seperti jeans yang di-bleaching lalu diolah kembali. Itu sudah masuk sustainable fashion,” terangnya.

Ia menambahkan, fokus utama dari tema tahun ini adalah kebebasan berimajinasi. Setiap desainer diberi ruang untuk menuangkan mimpi dan gagasannya ke dalam karya.

“Kami lebih menekankan pada imajinasi masing-masing anggota, bagaimana mereka bermimpi dan mengimajinasikan karya,” ujarnya.

Tren busana yang praktis dan nyaman juga terlihat jelas dalam koleksi yang ditampilkan.

Model busana bergaya traveler dengan potongan ringan dan mudah dikenakan dinilai semakin diminati seiring perubahan gaya hidup masyarakat. (sam/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Pengusaha Mode Indonesia #fashion #Ciputra World Surabaya #lia afif #industri #Perancang #APPMI Jawa Timur