RADAR SURABAYA - Kota Surabaya diperkirakan mengalami cuaca tidak stabil pada Jumat, 16 Januari 2026, bertepatan dengan libur nasional Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang sekaligus menjadi bagian dari long weekend. Warga diimbau mewaspadai potensi hujan yang dapat disertai petir dan angin kencang sejak pagi hingga malam hari.
Berdasarkan prakiraan cuaca per jam, kondisi langit Surabaya sejak pukul 06.00 WIB didominasi awan tebal dengan peluang hujan dan petir bersifat lokal. Suhu udara pada pagi hari berkisar antara 25 hingga 29 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara cukup tinggi, mencapai lebih dari 85 persen.
Memasuki siang hingga sore hari, suhu udara meningkat cukup signifikan. Suhu maksimum diperkirakan berada di kisaran 38 hingga 39 derajat Celsius. Pada rentang waktu pukul 12.00 hingga 14.00 WIB, hujan ringan yang turun secara tidak merata berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Surabaya. Angin bertiup dari arah timur dengan kecepatan rata-rata 15 hingga 23 kilometer per jam.
Pada sore hingga malam hari, potensi hujan masih bertahan. Cuaca berawan tebal dengan hujan ringan hingga sedang diperkirakan terjadi hingga pukul 23.00 WIB. Suhu udara berangsur menurun ke kisaran 26 hingga 28 derajat Celsius, sementara kelembapan udara meningkat hingga di atas 85 persen.
Seiring meningkatnya aktivitas dan mobilitas masyarakat selama libur panjang, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Juanda mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem sepanjang bulan Januari.
Wilayah Jawa Timur, termasuk Surabaya, berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang akibat kondisi atmosfer yang masih aktif.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi genangan air, pohon tumbang, serta gangguan aktivitas di luar ruangan, terutama bagi warga yang berencana bepergian atau berwisata selama libur Isra Miraj. (*)
Editor : Lambertus Hurek