RADAR SURABAYA — Gedung eks Hi-Tech Mal yang sempat lama redup akan segera bangkit dengan wajah baru. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menargetkan bangunan legendaris di jantung kota itu bertransformasi menjadi pusat aktivitas anak muda, ekonomi kreatif, hiburan, dan pertunjukan seni, mulai pertengahan 2026.
Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi, Rabu (14/1/2026). Dalam sidak itu, Eri didampingi jajaran kepala perangkat daerah untuk mengecek langsung kondisi infrastruktur gedung, baik bagian luar maupun dalam.
“Gedung ini akan kita hidupkan kembali. Bukan sekadar direnovasi, tapi kita jadikan ruang bersama untuk anak-anak muda Surabaya, pelaku ekonomi kreatif, olahraga, hiburan, sampai pertunjukan seni,” ujar Eri.
Pemkot memastikan perbaikan akan difokuskan pada basement dan lantai dasar, termasuk pembenahan fasad dan pilar gedung secara total. Area tersebut disiapkan sebagai ruang utama aktivitas publik yang dinamis dan ramah generasi muda.
Tak hanya itu, Eri mengungkapkan, Pemkot juga akan memberikan fasilitas gratis selama enam bulan bagi pelaku ekonomi kreatif dan anak muda yang nantinya mengisi kawasan tersebut.
“Teman-teman pariwisata sedang mendata siapa saja yang akan masuk ke sini. Kita gratiskan enam bulan supaya mereka bisa tumbuh dan berkembang,” jelasnya.
Gedung eks Hi-Tech Mal ke depan akan diisi beragam kegiatan, mulai dari ruang hiburan, pusat kreativitas, pertunjukan anak-anak, hingga kolaborasi dengan pelaku usaha food and beverage (FnB) untuk menghidupkan suasana kawasan.
Nama baru gedung ini pun akan ditentukan melalui sayembara, agar mencerminkan identitas dan semangat baru Surabaya. Eri menargetkan lantai basement dan lantai dasar sudah bisa digunakan pada Mei 2026, bertepatan dengan Hari Jadi Kota Surabaya.
“Target kita 31 Mei sudah bisa ditempati. Struktur sudah selesai, tinggal detailing seperti pembungkus pilar dan permainan lampu,” ungkapnya.
Untuk tahap lanjutan, Pemkot berharap perbaikan dapat berlanjut hingga lantai dua dan tiga, yang akan difungsikan sebagai ruang pertunjukan seni dan kreativitas anak-anak muda. Ke depan, area tersebut juga akan terhubung dengan investor lokal untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Surabaya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, Iman Kristian Maharhandono, menegaskan bahwa pedagang elektronik di lantai satu tetap dapat beroperasi selama proses renovasi berlangsung.
“Pedagang tidak dipindah. Fokus perbaikan saat ini hanya basement, lantai dasar, pilar, dan fasad. Lantai satu tetap berjalan seperti biasa,” tegasnya.
Revitalisasi eks Hi-Tech Mal ini diharapkan menjadi ikon baru ruang publik kreatif Surabaya, sekaligus bukti keseriusan Pemkot dalam memberi ruang tumbuh bagi generasi muda dan industri kreatif lokal. (dim/gun)
Editor : Guntur Irianto