Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Haji 2026: 643 Jemaah Haji Surabaya Gagal Melunasi Bipih 2026, Terkendala Istitaah Kesehatan dan Masalah Finansial

Rahmat Sudrajat • Senin, 12 Januari 2026 | 18:01 WIB
Foto musim haji 2025 saat calon jemaah diberangkatkan dari Asrama Haji Sukolilo Surabaya.
Foto musim haji 2025 saat calon jemaah diberangkatkan dari Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

RADAR SURABAYA— Sebanyak 643 jemaah haji asal Kota Surabaya tercatat belum melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 2026 hingga berakhirnya masa pelunasan tahap pertama dan kedua.

Kondisi ini membuat ratusan calon jemaah terancam gagal berangkat pada musim haji tahun ini.

Berdasarkan data Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Surabaya, dari total kuota 3.042 jemaah, baru 2.399 orang yang telah menyelesaikan kewajiban pembayaran.

Penyebab Utama: Kesehatan dan Finansial

Kepala Bagian Tata Usaha Kemenhaj Surabaya, Edi Susilo, menjelaskan bahwa sebagian besar jemaah yang tidak melunasi terkendala dua faktor utama, yakni kondisi kesehatan dan kemampuan finansial.

“Yang tidak melunasi antara lain karena masalah finansial, menunggu penggabungan porsi, hingga faktor kesehatan yang tidak memenuhi syarat istitaah untuk berangkat haji,” ujar Edi, Senin (12/1).

Ia menambahkan, jemaah yang tidak memenuhi syarat kesehatan umumnya memiliki riwayat penyakit serius seperti jantung, stroke, atau baru menjalani operasi besar.

Kondisi tersebut membuat mereka tidak memperoleh rekomendasi medis untuk keberangkatan haji tahun ini.

Cadangan Jemaah Siap Isi Kekosongan

Di sisi lain, Surabaya memiliki 800 jemaah cadangan yang telah menyelesaikan pelunasan Bipih sebesar Rp35,6 juta.

Mereka disiapkan untuk mengisi kekosongan apabila terdapat jemaah yang telah melunasi namun batal berangkat menjelang operasional haji.

Secara regional, pelunasan Bipih di Jawa Timur bahkan melampaui kuota. Dari 42.053 jemaah yang berhak melunasi, sebanyak 43.635 orang telah menyelesaikan pembayaran atau mencapai 103 persen dari kuota.

Artinya, terdapat lebih dari 1.582 jemaah cadangan yang siap diberangkatkan jika terjadi kekosongan.

Proses Administrasi dan Manasik Berjalan

Kepala Kemenhaj Kota Surabaya, Sururil Faizin, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya masih menyelesaikan proses pengumpulan paspor calon jemaah. Ia menargetkan seluruh dokumen tersebut rampung dalam pekan ini.

Selain itu, bimbingan manasik haji akan digelar sepanjang Januari sebagai bagian dari persiapan teknis dan spiritual jemaah.

“Kami mengimbau jemaah yang akan berangkat untuk benar-benar menjaga kondisi kesehatan.

Jangan sampai harus dipulangkan dari embarkasi karena di sana ada pemeriksaan ulang oleh Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK),” tegas Sururil.

Harapan Keberangkatan Tetap Optimal

Dengan mekanisme cadangan yang telah disiapkan, Kemenhaj optimistis kuota haji Surabaya tetap terpenuhi secara maksimal.

Meski demikian, faktor kesehatan dan kesiapan finansial tetap menjadi syarat mutlak bagi calon jemaah agar dapat menunaikan rukun Islam kelima dengan aman dan lancar.(rmt)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Haji 2026 #surabaya #Istitaah #biaya perjalanan ibadah haji #bipih