RADAR SURABAYA — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat pengamanan di kawasan wisata Kota Lama Surabaya seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan wisatawan pada awal tahun 2026. Untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban pengunjung, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Surabaya menurunkan dua regupengamanan terpadu yang mulai aktif sejak pekan ini.
Penguatan pengamanan ini difokuskan untuk memastikan Kota Lama tetap menjadi destinasi wisata yang aman, tertib, dan ramah pengunjung, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan ketertiban umum di kawasan yang kian padat aktivitas tersebut.
Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Achmad Zaini, mengatakan bahwa pengamanan dilakukan secara berlapis dengan memperluas titik penjagaan, menambah personel, serta meningkatkan koordinasi lintas sektor, khususnya dengan kepolisian.
“Sejak awal Januari ini kami menambah kekuatan pengamanan di kawasan Kota Lama. Saat ini ada dua regu dalam satu shift atau sekitar 20 personel yang bertugas setiap hari,” ujar Achmad Zaini.
Ia menjelaskan, satu regu dengan kekuatan 10 personel ditempatkan secara standby di zona Eropa Kota Lama yang menjadi pusat keramaian wisatawan. Sementara regu lainnya melakukan patroli mobile menggunakan kendaraan untuk menyisir kawasan Pecinan dan area penyangga di sekitarnya.
Tak hanya itu, Satpol PP juga menyiagakan regu tambahan untuk patroli di wilayah Surabaya Utara, guna mengantisipasi pergerakan massa dan potensi gangguan yang bisa merembet ke kawasan wisata.
“Skema pengamanan kami buat terpadu dan berlapis. Ada personel yang menetap di titik keramaian, patroli mobile di kawasan Kota Lama dan Pecinan, serta patroli wilayah utara yang terintegrasi. Semua bergerak dalam satu kompi pengamanan,” jelasnya.
Menurut Achmad Zaini, langkah ini merupakan bentuk komitmen Pemkot Surabaya dalam mendukung pengembangan Kota Lama sebagai ikon wisata sejarah dan budaya, sekaligus memberi rasa aman bagi wisatawan lokal maupun luar kota.
“Wisata Kota Lama harus nyaman, aman, dan tertib. Itu kunci agar kawasan ini terus hidup dan diminati masyarakat,” pungkasnya. (dim/gun)
Editor : Guntur Irianto