Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dokter Puskesmas Banyuurip Kota Surabaya Bagikan Tips Mudah Cegah Penularan Influenza A H3N2

Andy Satria • Senin, 12 Januari 2026 | 16:02 WIB
ILUSTRASI FLU BERAT: Sharon Gloria ketika bersin menutupnya dengan tisu, untuk mencegah keluarnya droplet dan tidak menyebar ke sekitarnya.
ILUSTRASI FLU BERAT: Sharon Gloria ketika bersin menutupnya dengan tisu, untuk mencegah keluarnya droplet dan tidak menyebar ke sekitarnya.

RADAR SURABAYA - Meningkatnya kewaspadaan masyarakat terhadap Influenza A H3N2 mendorong pentingnya langkah pencegahan, termasuk di Jawa Timur.

Penyakit flu musiman ini berpotensi menimbulkan gejala berat, terutama pada kelompok rentan.

Dokter Puskesmas Banyuurip Kota Surabaya, dr. Herisis, mengatakan kebiasaan hidup bersih dan sehat berperan besar dalam menekan risiko penularan Influenza A H3N2.

Menurutnya, virus ini menyebar melalui droplet atau udara jarak dekat.

“Penularan paling sering terjadi saat beraktivitas di ruang tertutup dengan banyak orang,” ujar dr Herisis, Senin (12/1).

Karena itu, ia menekankan perlunya langkah pencegahan yang bisa dilakukan sejak dari rumah.

Dokter berusia 63 tahun tersebut membagikan sejumlah panduan sederhana yang dapat diterapkan seluruh anggota keluarga.

Terutama anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis.

Salah satu langkah penting adalah vaksin influenza secara rutin setiap tahun.

Vaksin disebut sebagai perlindungan paling efektif untuk mencegah flu berat dan komplikasi.

“Pemberian vaksin membantu tubuh mengenali virus dan membentuk perlindungan yang lebih optimal,” ungkapnya.

Selain itu, masyarakat diimbau rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik.

Jika tidak tersedia air, penggunaan hand sanitizer dapat menjadi alternatif.

Penggunaan masker juga dianjurkan, khususnya di tempat ramai atau ruang tertutup seperti transportasi umum, rumah sakit, sekolah, dan perkantoran.

Masker berfungsi sebagai penghalang droplet, baik untuk melindungi diri sendiri maupun orang lain.

Dr. Herisis juga mengingatkan agar tidak menyentuh wajah sebelum mencuci tangan.

Virus dapat masuk ke tubuh melalui mata, hidung, dan mulut. Menyentuh wajah dengan tangan yang terkontaminasi dapat meningkatkan risiko infeksi.

Menjaga jarak dengan orang yang sedang flu menjadi langkah pencegahan berikutnya.

Jika harus tinggal serumah dengan orang yang sakit, penggunaan masker dan pemisahan alat makan dapat membantu mengurangi penularan.

“Etika batuk dan bersin yang benar juga perlu diterapkan, yakni dengan menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau siku bagian dalam agar droplet tidak menyebar ke lingkungan sekitar,” urainya.

Daya tahan tubuh yang baik menjadi benteng utama melawan infeksi.

Dr. Herisis menyarankan masyarakat tidur cukup 7–9 jam, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, minum air yang cukup, serta rutin berolahraga ringan.

“Selain itu, benda-benda yang sering disentuh seperti ponsel, gagang pintu, meja, remote, dan keyboard perlu dibersihkan secara rutin karena dapat menjadi media penularan tidak langsung,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk beristirahat saat mulai merasakan gejala flu.

Istirahat yang cukup membantu tubuh melawan virus sekaligus mencegah penularan ke orang lain.

Selain upaya pencegahan, masyarakat diminta tidak menunda pemeriksaan ke fasilitas kesehatan jika kondisi memburuk.

“Segera periksa ke dokter bila flu disertai demam tinggi lebih dari tiga hari, sesak napas, atau nyeri dada. Perhatian khusus juga perlu diberikan pada anak kecil, lansia, serta penderita penyakit bawaan seperti jantung, paru, diabetes, dan ginjal,” ujar dr. Herisis, yang pernah menjadi dokter tim klub sepak bola Madura United. (sam/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#tips mudah #Kota Surabaya #puskesmas #mencegah #influenza A H3N2 #Banyuurip #penularan