Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Cuaca Tak Menentu, Pendapatan Nelayan Turun

Indra Wijayanto • Senin, 12 Januari 2026 | 14:10 WIB
WASPADA: Awan gelap di kawasan Jembatan Suramadu kemarin (11/1). BMKG memprediksi potensi cuaca ekstrem di wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik hingga 20 Januari. (PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS)
WASPADA: Awan gelap di kawasan Jembatan Suramadu kemarin (11/1). BMKG memprediksi potensi cuaca ekstrem di wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik hingga 20 Januari. (PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS)

RADAR SURABAYA – BMKG mencatat, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat hampir terjadi setiap hari, meski tidak berlangsung penuh selama 24 jam. Masyarakat termasuk para nelayan diminta waspada. Kondisi cuaca ekstrem itu membuat pendapatan nelayan turun.

Kapoksi Forecaster BMKG Maritim Tanjung Perak, Ady Hermanto, menjelaskan Januari hingga Februari merupakan periode puncak hujan tersebut. ”Monsun Asia aktif sejak akhir November dan diperkirakan berlangsung sampai Maret,” ujarnya kemarin (11/1).

”Kalau dari pagar Pantai Batu-Batu jalannya tidak terlalu jauh. Kasihan saya lihat mereka naik-naik pagar,” urainya.

Menurut Imam, kondisi pasang surut air laut yang tidak menentu diprediksi berlangsung sampai akhir Januari 2025. Setelahnya baru ada air pasang yang cukup besar.

”Karena sekarang kondisi surutnya ke tengah sekali. Biasanya setelah ini akan ada pasang besar-besaran,” katanya.

Sementara itu, Nelayan Bulak Kali Tinjang Harianto menyampaikan hasil tangkapan ikan berkurang. Selain karena faktor tidak melaut, kondisi pasang surut juga berpengaruh. ”Semua nelayan kan punya alat tangkap berbeda. Dari situ hasilnya juga tidak sama,” ungkapnya.

Apalagi pasang air laut semakin menengah, jarak jalan lebih jauh, dan hasil tangkapan ikan juga bermacam. Misalnya untuk ikan disekitar lumpur, itu berbau dan kualitas cenderung jelek. Jadi nelayan harus mengapung ke tengah dengan kualitas air yang cukup.

Letak ikan biasanya ada di batu-batu bawah laut, kalau ikan yang tertahan lumpur biasanya rasa, bau, dan rupanya berbeda. ”Lain dengan yang segar-segar. Nah ini kondisi pasang surutnya gak menentu, ya susah,” ucapnya. (ida/jun/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#turun #BMKG #hujan #cuaca #nelayan