RADAR SURABAYA - Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap pelajar SMP di Suroboyo Bus pihak korban belum melapor. Setelah terduga pelaku sempat diamankan, terduga dipulangkan.
"Belum ada laporan (pihak korban). Kami sudah mencari keberadaan korban namun tidak ada yang mengetahui identitasnya. Bhabinkamtibmas juga kami kerahkan untuk mencari korban ini," ujar Kanit Reskrim Polsek Genteng Iptu Vian Wijaya, Senin (12/1).
Vian menambahkan, apabila nanti ada korban melapor pihaknya akan melakukan pendalaman kasus ini."Nanti PPA (Unit Pelayanan Perempuan dan Anak) yang akan mendalami," terang mantan Kanit Reskrim Polsek Bubutan.
Dia menjelaskan, untuk terduga pelaku yang sempat diamankan dipulangkan setelah 1 x 24 jam.
Kronologi Pelajar di Surabaya Jadi Korban Pelecehan di Suroboyo Bus
Diberitakan sebelumnya, seorang pelajar SMP yang belum diketahui identitasnya diduga menjadi korban dugaan pelecehan seksual oleh seorang penumpang laki-laki saat naik Suroboyo Bus, Rabu (7/1). Korban saat itu naik bus bersama ibunya.
Setelah mendapatkan dugaan tindakan pelecehan seksual tersebut, korban bersama ibunya turun di halte Jalan Urip Sumoharjo. Terduga pelaku juga turun di halte yang sama.
Diduga ketakutan korban menangis. Dia buka suara kepada ibunya dan warga, bahwa baru saja menjadi korban dugaan pelecehan seksual. Modusnya pelaku menggesek-gesek alat kelaminya ke tubuh korban saat naik bus.
"'Kata ibunya anak berdiri, pelaku gesek-gesek (alat kelaminnya), sama-sama berdiri. Ibu dan anak turun halte sini, pelaku juga turun. Karena anaknya ketakutan, pelaku lari," ujar salah satu warga Ali, Kamis (8/1).
Ali menambahkan, terduga pelaku setelah turun berusaha melarikan diri masuk ke gang sekitar lokasi. Terduga pelaku langsung dikejar warga sekitar dan masuk ke gang buntu. Tak lama kemudian ditangkap warga. "Pelaku lari. Pelaku nggak ngaku sama sekali, sempat dipukul warga, orangnya besar," terangnya.
Baca Juga: Bayern Munich Pesta Delapan Gol, Hancurkan Wolfsburg 8-1 di Allianz Arena
Setelah ditangkap warga, terduga pelaku sempat dibogem mentah. Saksi kemudian menghubungi 110 dan anggota Polsek Genteng tiba di lokasi mengamankan terduga pelaku.
"Polisi datang ibu sama anaknya pergi. Pelaku sudah dibawa ke Polsek," tegasnya. Kapolsek Genteng Kompol Grandika Indera Waspada saat dikonfirmasi membenarkan setelah menerima laporan 110 dari warga mendatangi lokasi dan mengamankan terduga pelaku. Namun untuk korban dan ibunya sudah tidak ada.
"Dilecehkan seperti apa kita belum bisa konfirmasi lagi. Si ibu sama anaknya nggak ada. Kita masih cari sampai sekarang belum tahu. Ya nggak ada laporan (dari korban)," terang dia. Ia mengungkapkan, untuk terduga pelaku masih diamankan. Namun apabila 1 x 24 jam belum ada korban melapor, terduga akan dipulangkan. Namun apabila korban melapor nanti akan dicari.
Sementara Kanit Reskrim Polsek Genteng Iptu Vian Wijaya menuturkan, masih belum mengetahui apa yang terjadi. Sebab korban belum memberikan keterangan. "Anggota Bhabinkamtibmas sekitar lokasi dan seluruh wilayah Genteng juga dikerahkan mencari korban supaya melapor. Jadi kita tidak menunggu tapi mencari," tukasnya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto