RADAR SURABAYA — Cuaca di Kota Surabaya pada Minggu (11/6/2026) diprakirakan didominasi kondisi berawan tebal dengan potensi hujan disertai petir yang dapat terjadi sejak pagi hari hingga malam. Masyarakat diimbau mewaspadai perubahan cuaca yang relatif cepat, terutama pada pagi dan sore hari.
Pada pagi hari, mulai pukul 06.00 WIB, hujan disertai petir secara lokal berpeluang terjadi dengan suhu udara sekitar 24 derajat Celsius dan tingkat kelembapan yang cukup tinggi, mencapai 92 persen.
Kondisi ini diperkirakan masih berlangsung hingga pukul 08.00 WIB dengan intensitas hujan ringan hingga sedang. Angin bertiup dari arah timur dengan kecepatan rata-rata 15–16 kilometer per jam.
Memasuki pukul 09.00 hingga 10.00 WIB, potensi hujan mulai berkurang meski awan tebal masih menyelimuti sebagian besar wilayah Surabaya. Suhu udara berangsur meningkat hingga 27 derajat Celsius dengan kelembapan berkisar 79–84 persen.
Pada siang hari, sekitar pukul 11.00 hingga 12.00 WIB, cuaca diprakirakan berawan tanpa hujan. Suhu udara mencapai 29 derajat Celsius dengan angin bertiup cukup kencang hingga 18 kilometer per jam.
Memasuki sore hari, hujan ringan kembali berpeluang turun secara bertahap mulai pukul 13.00 WIB. Hujan diprakirakan terjadi hingga menjelang malam dengan intensitas ringan dan bersifat tidak merata. Suhu udara pada sore hari berkisar antara 27–29 derajat Celsius dengan kelembapan meningkat hingga di atas 80 persen.
Pada malam hari, hujan ringan masih berpotensi terjadi hingga pukul 23.00 WIB. Suhu udara cenderung stabil di kisaran 24–26 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 90 persen.
Sejalan dengan kondisi cuaca tersebut, Stasiun Meteorologi Juanda Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan masyarakat Jawa Timur untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem sepanjang bulan Januari. Curah hujan yang tinggi disertai angin kencang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang di sejumlah wilayah.
BMKG Juanda mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat beraktivitas di luar ruangan, serta terus memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem. (*)
Editor : Lambertus Hurek