Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dokter Hendro Soelistijono Resmi Jabat Direktur RSI Surabaya Ahmad Yani, Akan Luncurkan Pelayanan Unggulan

Lambertus Hurek • Jumat, 9 Januari 2026 | 18:49 WIB

 

Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) Prof Dr Mohammad Nuh bersama Direktur RS Islam Surabaya A. Yani dr.   Hendro Soelistijono, MM., M.Kes. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)
Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) Prof Dr Mohammad Nuh bersama Direktur RS Islam Surabaya A. Yani dr. Hendro Soelistijono, MM., M.Kes. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)

RADAR SURABAYA - Direktur Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya Ahmad Yani resmi berganti. Dokter Hendro Soelistijono, MM., M.Kes menjabat sebagai pemimpin baru untuk masa bakti 2026-2030 menggantikan dr. Dodo Anondo, MPH, FISQua. Pelantikan digelar di Gedung Tower lantai 12 rumah sakit tersebut, Jumat (9/1).

Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) Prof Dr Ir Mohammad Nuh memberikan wejangan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya terkait keselamatan dan kenyamanan pasien. "Pasien harus kita hargai, hormati, sayangi, jangan membedakan pasien BPJS dan non BPJS. Jadikan pasien orang perorangan menjadi keluarga," tuturnya.

Ia menambahkan, kualitas sumber daya manusia (SDM) dokter spesialis di RSI tidak kalah dengan rumah sakit lain. "Insya Allah akan menjadi simbol rumah sakit yang ada di jaringan Nahdlatul Ulama," ujarnya.

RSI Ahmad Yani yang kerap disebut RSI Wonokromo melayani sekitar 400-500 pasien rawat jalan setiap hari, ditambah rawat inap yang bisa mencapai total 1.000 orang per hari.

Menurut Nuh, jika pasien merasa nyaman di RSI Ahmad Yani dan tarif tidak terlalu mahal, mereka akan merekomendasikan rumah sakit ini kepada keluarga, teman maupun lingkungan sekitar.

"Harapannya layanan terbaik yang diberikan nantinya dapat membuat pasien bercerita kepada orang lain, sehingga mereka yang sakit akan datang ke RSI Surabaya A. Yani," kata Nuh.

Rumah sakit ini terus menunjukkan progres luar biasa dan mampu bersaing dengan yang lain di Surabaya, bahkan telah naik dari tipe C menjadi tipe B.

Sementara itu, Direktur RS Islam Surabaya Ahmad Yani, dr. Hendro Soelistijono menyampaikan rasa syukur setelah pelantikan selesai dan mengakui bahwa pesan-pesan yang diberikan menjadi pekerjaan rumah besar.

"Alhamdulillah, sudah selesai pelantikan, banyak pesan yang diberikan kepada kami menjadi PR yang luar biasa. Di era disrupsi, tantangan rumah sakit semakin besar, jadi perlu upaya yang tidak hanya biasa tapi lebih masif seperti yang disampaikan Prof Nuh," katanya.

Ia mengaku segera melakukan langkah-langkah untuk menjadikan RSI Surabaya sebagai rumah sakit terbaik dengan pengalaman pasien yang baik. Tujuannya adalah meningkatkan kepuasan pasien sehingga mereka datang kembali, sekaligus menjamin keselamatan dan kenyamanan mereka.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember itu berencana memetakan jenis pelayanan yang akan dijadikan unggulan sesuai dengan program pemerintah. Transformasi pelayanan kesehatan dimulai dengan pelayanan yang memiliki kompetensi layak dijadikan rujukan.

“Insya Allah, RSI Surabaya memiliki sumber daya untuk memberikan pelayanan unggulan dan tahun ini segera diluncurkan," jelasnya.

Menanggapi kompetisi industri rumah sakit yang semakin ketat di Surabaya dengan munculnya banyak rumah sakit baru, ia menekankan pentingnya diferensiasi.

"Prinsipnya ada diferensiasi, artinya tidak boleh biasa-biasa saja, ada pembeda yang lain. Kenapa harus datang ke RSI itu yang harus dijawab seluruh komponen di RSI. Contohnya, kita harus berupaya kuat untuk memberi pengalaman terbaik bagi pasien yang hadir di RSI," ujarnya. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#RSI Ahmad Yani #Direktur RSI Surabaya Ahmad Yani #dr hendro soelistijono #RSI Surabaya Ahmad Yani #m nuh