RADAR SURABAYA – Hujan deras yang mengguyur Surabaya pada Minggu (4/1) malam sempat menyebabkan genangan air di lapangan SDN Ujung V. Namun, Pemkot Surabaya memastikan kondisi sekolah tetap aman dan kegiatan belajar mengajar (KBM) berjalan normal berkat respons cepat lintas dinas.
Pemkot Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) langsung turun ke lokasi untuk memastikan genangan tidak meluas ke ruang kelas dan tidak mengganggu aktivitas siswa.
Kepala Dispendik Surabaya, Febrina Kusumawati, menegaskan bahwa genangan hanya terjadi di area lapangan dan telah surut sepenuhnya sebelum aktivitas sekolah dimulai.
“Saya pastikan kondisi sekolah aman. Tadi kami cek langsung bersama jajaran, air sudah surut dan tidak ada kelas yang tergenang. KBM tetap berjalan normal,” ujar Febrina.
Meski genangan sudah teratasi, Dispendik tidak berhenti pada penanganan sementara. Evaluasi menyeluruh langsung dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang, mengingat intensitas hujan yang masih tinggi dalam beberapa waktu ke depan.
Febrina menjelaskan, genangan terjadi akibat beberapa saluran air di sekitar sekolah yang tidak mengalir optimal, sehingga air hujan tertahan di area lapangan. “Masalahnya ada di kelancaran saluran. Karena itu, kami langsung lakukan pembersihan dan akan berkoordinasi dengan dinas terkait agar aliran air lebih cepat keluar,” jelasnya.
Untuk memperkuat antisipasi, Dispendik Surabaya menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) dalam penanganan genangan. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) guna mengevaluasi kemungkinan teknis lanjutan, seperti pembuatan sodetan atau penyesuaian saluran.
“Kami akan cek saluran secara menyeluruh bersama DSDABM. Apakah perlu sodetan atau solusi teknis lain, intinya agar ketika hujan deras air bisa segera surut,” tegas Febrina.
Langkah cepat ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Surabaya menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan sekolah di tengah cuaca ekstrem. Pemkot juga memastikan pemantauan dilakukan serentak di sekolah-sekolah lain untuk mencegah potensi genangan serupa.
“Yang terpenting, anak-anak tetap bisa belajar dengan aman dan orang tua merasa tenang,” pungkas Febrina. (dim/gun)
Editor : Guntur Irianto