RADAR SURABAYA — Cuaca di Kota Surabaya pada Selasa (6/1/2026) diprakirakan didominasi kondisi berawan hingga berawan tebal sejak pagi hari. Meski peluang hujan relatif kecil pada pagi hingga menjelang siang, potensi hujan disertai petir diperkirakan meningkat pada siang hingga malam hari.
Pada pagi hari pukul 07.00 WIB, cuaca terpantau berawan tebal dengan suhu udara sekitar 26 derajat Celsius dan kelembapan mencapai 87 persen. Hingga pukul 10.00 WIB, kondisi cuaca masih didominasi awan tebal dengan suhu meningkat hingga 30 derajat Celsius. Angin bertiup lemah hingga sedang dengan kecepatan 6–9 kilometer per jam.
Memasuki siang hari, sekitar pukul 11.00–13.00 WIB, potensi hujan disertai petir mulai muncul meski masih bersifat lokal. Suhu udara berkisar antara 31 derajat Celsius dengan kelembapan berada di kisaran 67–68 persen.
Pada siang hingga sore hari, pukul 14.00–17.00 WIB, peluang hujan petir meningkat cukup signifikan. Prakiraan menunjukkan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dapat terjadi di sejumlah wilayah Surabaya. Suhu udara perlahan menurun dari 30 derajat Celsius menjadi sekitar 29 derajat Celsius, sementara kelembapan udara meningkat hingga di atas 75 persen.
Memasuki malam hari, hujan ringan hingga hujan petir masih berpotensi terjadi hingga sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah itu, kondisi cuaca diperkirakan kembali berawan tebal hingga dini hari dengan suhu udara berkisar 25–26 derajat Celsius dan kelembapan tinggi mencapai lebih dari 90 persen.
Seiring dengan kondisi tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem sepanjang Januari 2026. Bulan Januari diketahui merupakan puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur.
BMKG menyebutkan, selama periode puncak musim hujan, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berpeluang terjadi secara fluktuatif. Kondisi ini meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan, tanah longsor, pohon tumbang, hingga gangguan aktivitas transportasi.
Masyarakat Surabaya diimbau untuk tetap waspada, terutama saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hingga malam hari. Warga juga diminta rutin memantau informasi dan peringatan cuaca terbaru yang dikeluarkan BMKG sebagai langkah antisipasi guna mengurangi potensi risiko dan dampak cuaca ekstrem. (*)
Editor : Lambertus Hurek