RADAR SURABAYA — Kota Surabaya bersiap memiliki sentra pemotongan hewan modern berstandar tinggi. Rumah Potong Hewan (RPH) Unit Tambak Osowilangun (TOW) dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada pekan kedua Januari 2026, menandai babak baru sistem pemotongan hewan yang lebih higienis, efisien, dan ramah lingkungan.
PT RPH Surabaya (Perseroda) memastikan seluruh fasilitas utama RPH TOW telah siap digunakan. Unit baru ini digadang-gadang menjadi tulang punggung pemenuhan daging sehat dan aman bagi warga Kota Pahlawan.
Meski demikian, jelang operasional perdana, proses pendaftaran mitra jagal sapi eksisting masih berjalan bertahap. Sejumlah mitra dari RPH Pegirian disebut belum sepenuhnya mendaftar, bukan karena persoalan teknis, melainkan faktor psikologis dan solidaritas sesama jagal.
Direktur Jasa dan Niaga PT RPH Surabaya (Perseroda), Megawati, menjelaskan bahwa sebagian mitra masih merasa sungkan untuk mendaftar lebih dulu karena menghormati rekan-rekan mereka yang belum sepakat dengan proses relokasi.
“Bukan karena fasilitasnya, tetapi lebih ke rasa tidak enak dan kekhawatiran sosial antar mitra jagal. Kami memahami dinamika ini,” ujar Megawati.
Di sisi lain, manajemen memastikan RPH Tambak Osowilangun hadir dengan fasilitas jauh lebih modern dibandingkan unit lama. RPH ini dibangun di atas lahan seluas 7.500 meter persegi, dengan kapasitas kandang mencapai 150 ekor sapi BX dan 80 ekor sapi lokal.
Untuk proses pemotongan, RPH TOW dirancang mampu menangani hingga 150 ekor sapi per hari, didukung 28 unit handrail dan 28 meja pencacahan yang memenuhi standar teknis RPH modern.
“Unit ini kami siapkan untuk menjawab kebutuhan Surabaya akan pemotongan hewan yang bersih, tertib, dan sesuai standar kesehatan masyarakat,” jelas Megawati.
Salah satu keunggulan utama RPH TOW adalah keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang representatif. Sistem ini memastikan limbah hasil pemotongan hewan dikelola secara optimal, aman, dan ramah lingkungan.
“IPAL di TOW dirancang jauh lebih modern. Jadi tidak hanya soal kebersihan daging, tetapi juga kelestarian lingkungan sekitar,” tambahnya.
PT RPH Surabaya membuka peluang seluas-luasnya bagi pelaku usaha, baik jagal dari Pegirian dan Kedurus maupun mitra baru, untuk bergabung sebagai mitra resmi. Pendaftaran tahap pertama masih berlangsung hingga 11 Januari 2026, sementara tahap kedua akan dibuka pada 9–25 Februari 2026.
“Nantinya mitra yang terdaftar bisa memilih lokasi kandang dan meja pencacahan sesuai ketersediaan. Kami ingin proses transisi ini berjalan adil dan transparan,” pungkasnya.
Dengan beroperasinya RPH Tambak Osowilangun, Pemkot Surabaya berharap sistem pemotongan hewan di Kota Pahlawan semakin tertata, higienis, serta mampu mendukung ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. (dim/gun)
Editor : Guntur Irianto