Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sastrawan Surabaya Tembus Dunia! Novel The Longing Alberta Natasia Terbit di Pasar Internasional

Rahmat Sudrajat • Jumat, 2 Januari 2026 | 22:08 WIB
Alberta Natasia Adji
Alberta Natasia Adji

RADAR SURABAYA — Nama Alberta Natasia Adji, sastrawan asal Surabaya, kian bersinar di kancah sastra internasional.

Karya terbarunya berjudul The Longing resmi terbit melalui penerbit ternama Penguin Random House SEA dan kini beredar di pasar buku global.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari perjalanan panjang Alberta yang telah mencintai dunia literasi sejak usia dini.

Lingkungan keluarga berperan besar dalam membentuk kebiasaan membaca dan menulis yang kini menjadi fondasi kuat dalam karier kepenulisannya.

“Sejak kecil, ibu saya sangat menekankan pentingnya membaca dan menulis. Saya tidak pernah dibatasi genre bacaan apa pun dan sering diberi hadiah buku cerita seperti The Tale of Peter Rabbit dan The Tale of the Flopsy Bunnies karya Beatrix Potter,” tutur Alberta, Jumat (2/1).

Seiring waktu, minat bacanya berkembang dari sastra populer hingga karya-karya klasik dunia. Menurut Alberta, setiap buku membawa pengalaman emosional dan perspektif kehidupan yang berbeda.

“Saya menyukai hampir semua buku yang saya baca karena masing-masing membawa saya pada era, tempat, dan kehidupan personal karakter yang sangat dinamis,” ujarnya.

Ketertarikan tersebut mendorongnya menekuni dunia kepenulisan. Ia telah menerbitkan dua novel berbahasa Indonesia, yakni Youth Adagio (2013) dan Dante: The Faery and the Wizard (2014).

Pada Agustus 2025, Alberta kembali meluncurkan karya terbarunya, The Longing, yang langsung menembus pasar internasional.

Novel The Longing mengisahkan tiga perempuan keturunan Tionghoa yang hidup di tiga era berbeda—masa Soekarno, Orde Baru, dan Reformasi.

Kisah mereka merefleksikan perjuangan menghadapi stereotip budaya, ketidaksetaraan gender, konflik agama, serta tekanan sosial ekonomi yang membatasi pilihan hidup.

Proses penulisan novel tersebut turut melibatkan kisah nyata keluarganya. Alberta mengaku banyak menggali cerita dari ibunya yang berada di Surabaya ketika ia menyusun naskah di Perth, Australia Barat, di tengah situasi pandemi Covid-19.

“Saya sering menelepon ibu untuk menggali kisah mendiang nenek, pengalaman ibu sendiri, dan kenangan masa kecil saya yang sudah mulai samar,” ungkapnya.

Dalam perjalanan kariernya, Alberta juga menghadapi tantangan ketatnya persaingan industri penerbitan. Ia menilai, selektivitas penerbit menuntut penulis untuk adaptif dan memahami kebutuhan pasar tanpa kehilangan identitas karya.

Ia pun berpesan kepada generasi muda agar terus mengasah kreativitas dan konsisten berkarya.

“Perbanyak membaca, menulis, dan mengamati lingkungan sekitar. Jangan mudah menyerah. Tetap fokus pada genre yang kalian tekuni dan jangan terlalu terpaku pada tren, karena tren selalu berubah,” pungkasnya.

Keberhasilan Alberta Natasia Adji menjadi bukti bahwa sastrawan Indonesia mampu bersaing di panggung dunia melalui karya yang kuat, jujur, dan relevan dengan dinamika sosial.(rmt) 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Novel The Longing #sastrawan #Alberta Natasia Adji #surabaya #The Longing #Penguin Random House SEA #The Tale of Peter Rabbit