RADAR SURABAYA - Momen libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) menjadi momentum bagi masyarakat, untuk menghabiskan waktu dengan berkunjung ke tempat wisata.
Kebun Binatang Surabaya (KBS) , masih menjadi salah satu tempat wisata favorit bagi warga Surabaya, bahkan dari luar Kota Pahlawan.
Selama musim liburan Nataru, jumlah kunjungan masyarakat Surabaya dan sekitarnya tercatat mencapai 180.300 orang.
Angka tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah hingga akhir masa liburan.
Kasi Humas KBS, Lintang Ratri, mengatakan lonjakan pengunjung mulai terlihat sejak menjelang Natal.
Puncak kunjungan terjadi pada 1 Januari, dengan jumlah pengunjung mencapai 35.300 orang dalam satu hari.
“Mulai tanggal 24 hingga 31 Desember 2025, jumlah pengunjung mencapai sekitar 145 ribu orang. Ditambah kunjungan pada 1 Januari, totalnya menjadi 180.300 pengunjung,” ujar Lintang, Jumat (2/1).
Menurutnya, jumlah kunjungan dalam delapan hari tersebut belum bersifat final. Sebab, masa liburan masih akan berlangsung hingga Minggu (4/1).
KBS pun menargetkan total kunjungan bisa menembus 200 ribu orang hingga akhir liburan.
Menariknya, pada musim liburan kali ini tidak ada satu satwa tertentu yang mendominasi perhatian pengunjung.
Hampir seluruh koleksi satwa di KBS menjadi tujuan wisata keluarga.
“Tidak ada satwa yang paling dominan. Hampir semua jadi favorit. Mungkin karena wahana yang kami suguhkan merata dan koleksi satwa juga beragam serta menarik, sehingga pengunjung mau berkeliling KBS,” jelasnya.
Selain koleksi satwa, berbagai wahana interaktif juga menjadi daya tarik tersendiri.
Salah satunya adalah feeding time, yang memberi pengalaman langsung bagi pengunjung untuk memberi makan satwa.
“Feeding time ada kapibara, buaya, singa, dan juga gajah. Tapi tetap kami batasi, baik jam maupun jumlah pengunjung, supaya satwa tidak terlalu kenyang dan mood-nya tetap baik,” terang Lintang.
Adapun wahana yang paling diminati pengunjung, terutama anak-anak, antara lain Rabbits in Wonderland dan Kids Zoo, selain sejumlah wahana edukatif lainnya yang tersebar di area KBS. (sam/opi)
Editor : Nofilawati Anisa