Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Program Rutilahu di Surabaya, Dewan Ingatkan Harus Tepat Sasaran untuk Warga Miskin

Dimas Mahendra • Jumat, 2 Januari 2026 | 16:08 WIB
PERBAIKI: Program Dandan Omah atau Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) menjadi andalan kepemimpinan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di tahun 2023. (IST)
PERBAIKI: Program Dandan Omah atau Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) menjadi andalan kepemimpinan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di tahun 2023. (IST)

RADAR SURABAYA — DPRD Kota Surabaya menegaskan komitmennya dalam mengawal realisasi program rehabilitasi rumah tidak layak huni (rutilahu) atau Dandan Omah pada tahun anggaran 2026. Program tersebut dinilai sebagai salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas hidup warga miskin di Kota Pahlawan.

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Bahtiyar Rifai mengungkapkan, dalam pembahasan APBD 2026 beberapa bulan lalu, parlemen bersama Pemerintah Kota Surabaya telah menyepakati alokasi anggaran untuk perbaikan sekitar 2.000 unit rumah, dengan pagu maksimal Rp 35 juta per unit.

“Iya betul, dalam pembahasan APBD 2026 beberapa bulan lalu dialokasikan sekitar dua ribuan rumah dengan anggaran maksimal Rp 35 juta per rumah,” ujar Bahtiyar Rifai kepada Radar Surabaya, Jumat (2/1).

Menurut Bahtiyar, program rutilahu merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah kota dalam menjamin hak dasar warga, khususnya keluarga miskin yang masih tinggal di hunian yang tidak memenuhi standar kelayakan. Bantuan tersebut tidak hanya bersifat perbaikan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.

“Program rutilahu ini adalah bantuan pemerintah kota untuk merehabilitasi atau membangun kembali rumah warga miskin yang kondisinya tidak memenuhi syarat kelayakan standar hunian,” jelas politisi Gerindra tersebut.

Ia menambahkan, program serupa sejatinya juga dijalankan oleh hampir seluruh pemerintah daerah di Indonesia. Namun, Bahtiyar menekankan pentingnya ketepatan sasaran agar manfaat program benar-benar dirasakan oleh warga yang membutuhkan.

“Saya berharap pemberian program rutilahu ini harus tepat sasaran sesuai dengan kriteria, dengan melakukan verifikasi yang maksimal, sehingga bisa benar-benar bermanfaat bagi warga Surabaya yang membutuhkan,” tegasnya.

 Sebagai unsur legislatif, DPRD Surabaya, lanjut Bahtiyar, tidak hanya berperan dalam penganggaran, tetapi juga memiliki tanggung jawab pengawasan agar pelaksanaan program berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai tujuan awal.

Bahtiyar menilai, sejauh ini program Dandan Omah Pemkot Surabaya menunjukkan kinerja yang cukup efektif dari tahun ke tahun. Hal tersebut tercermin dari meningkatnya jumlah rumah warga yang berhasil diperbaiki serta dampaknya terhadap kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah.

“Sejauh ini program tersebut berjalan efektif setiap tahunnya. Harapan kami ke depan, program Rutilahu Pemkot Surabaya bisa terus memberikan hunian yang layak bagi warga kurang mampu,” tuturnya.

Dengan alokasi anggaran yang kembali diperkuat pada 2026, DPRD Surabaya berharap program Dandan Omah dapat menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan kota yang lebih inklusif, berkeadilan, dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Tim Khusus sudah ada untuk mengkaji data usulan dari masyarakat. Tinggal diverifikasi secara detail terkait warga yang betul-betul kurang mampu dan sangat membutuhkan perbaikan hunian yang perlu diutamakan, mengingat pengajuan rutilahu yang diterima pemkot sangat banyak," pungkasnya. (dim)

Editor : Lambertus Hurek
#warga miskin #dandan omah #rutilahu surabaya #dprd surabaya #rumah tidak layak huni