RADAR SURABAYA - Para pemain film horor Alas Roban menyapa ratusan penggemar dalam acara meet and greet di Royal Plasa Surabaya, menjelang penayangan perdana, 15 Januari 2026 mendatang.
Michelle Ziudith, Fara Shakila, dan Taskya Namya yang hadir membagikan pengalaman selama produksi film yang mengangkat folklor legendaris jalur angker Alas Roban.
Film yang disutradarai Hadrah Daeng Ratu, diproduseri Oswin Bonifanz dan ditulis Evelyn Afnilia, berkisah tentang Sita (Michelle Ziudith), seorang ibu tunggal dari Pekalongan yang mendapatkan pekerjaan di rumah sakit Semarang.
Bersama putrinya Gendis (Fara Shakila) yang memiliki keterbatasan penglihatan, ia menaiki bus terakhir melalui jalur Alas Roban namun bus mogok di tengah jalan.
Sejak itu, Gendis mulai mendengar suara asing, menggambar simbol misterius, dan mengalami kerasukan, karena menjadi incaran Dewi Raras (Imelda Therinne) yang murka akibat janji ritual lama yang dilupakan.
Dengan bantuan Tika (Taskya Namya), sopir ambulans Anto (Rio Dewanto), dan penjaga spiritual Bu Emah (Dewi Pakis), Sita harus kembali ke Alas Roban untuk menggelar ritual terakhir sebelum malam keramat tiba guna menyelamatkan putrinya.
Film ini akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia.
Michelle yang memerankan Sita mengungkapkan keputusan unik tim produksi untuk melakukan syuting langsung di kawasan Alas Roban yang dikenal sakral dan penuh pantangan.
"Menariknya adalah syuting-nya langsung di Alas Roban, yang jelas-jelas masih dilarang dan sangat sakral. Banyak yang boleh dan tidak boleh dilakukan," ujarnya, Senin (29/12).
Ia menambahkan, meskipun tempatnya klenik, kita tetap shooting di situ untuk mendapatkan suasana misteri dan tempat-tempat tragedi yang dibutuhkan.
Sementara itu, Fara yang memerankan Gendis mengakui ada momen-momen menegangkan selama syuting.
"Seru, pernah kejadian horor langsung di Alas Robannya. Takut sih sebenarnya," ungkapnya.
Taskya sebagai Tika menyebutkan pengalaman paling berkesan adalah kebersamaan para pemain dan reuni dengan Michelle setelah 12 tahun.
"Ini film horor pertama bareng Michelle, setelah ketemu di FTV dulu. Ngatur chemistry dengan semua cast dan sutradara mudah, dan kebersamaan kita yang paling berkesan," katanya.
Alasan pecinta film harus menyaksikan Alas Roban, Michelle menekankan kekuatan cerita yang berangkat dari folklor yang sudah melekat di masyarakat.
"Ini folklor yang banyak diketahui Indonesia, dengan jalanan Alas Roban yang penuh misteri dan tragedi. Difilmkan dengan hangat lewat kisahnya Sita, Tika, dan Gendis akan menjadi film horor yang menyeramkan sekaligus menghangatkan hati," jelasnya.
Taskya, yang menambahkan bahwa film ini menyajikan horor sekaligus drama menyentuh.
"Kalau kalian cari kehororan, ada. Tapi ada cerita di belakang yang akan bikin menangis dan kangen sama ibu," pungkasnya. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa