Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kreativitas Ubah Alas Kaki Lebih Berwarna, Dokter Gigi di Surabaya Sukses Jadi Pelukis Sepatu

Nofilawati Anisa • Selasa, 30 Desember 2025 | 05:41 WIB

KREASI SEPATU: Fernaldy menunjukkan kreasi sepatu lukis orderan pelanggannya, dengan berbagai macam gambar mulai dari Anime hingga tulisan biasa.
KREASI SEPATU: Fernaldy menunjukkan kreasi sepatu lukis orderan pelanggannya, dengan berbagai macam gambar mulai dari Anime hingga tulisan biasa.
 

 

RADAR SURABAYA - Kreativitas bisa lahir dari situasi yang tak terduga. Masa pandemi Covid-19 yang membatasi aktivitas tatap muka, justru menjadi awal perjalanan Fernaldy Halim menekuni seni lukis sepatu.

Berbekal hobi melukis dan ketekunan, pria yang memiliki latar belakang sebagai dokter gigi ini kini dikenal sebagai pelukis sepatu dengan desain eksklusif.

Fernaldy menceritakan, semuanya berawal ketika ia menjalani perkuliahan daring di masa pandemi.

Ia berusaha memanfaatkan waktu luang dengan mencari tambahan uang saku.

“Awalnya ada teman yang tahu saya suka melukis, lalu mengajak saya untuk melukis sepatu,” ujar Fernaldy, Senin (29/12).

Pada tahap awal, Fernaldy masih bekerja bersama pelaku usaha custom sepatu asal Jakarta. Untuk bisa bergabung, ia harus melalui proses tes terlebih dahulu.

Dari pengalaman tersebut, ia banyak belajar tentang teknik melukis sepatu, proses kustomisasi, hingga pemilihan bahan yang tepat.

Seiring berjalannya waktu, pemilik usaha tersebut melanjutkan studi ke luar negeri.

Aktivitas pekerjaan pun berkurang dan berdampak pada pendapatan.

Kondisi itu mendorong Fernaldy untuk mengambil langkah mandiri dengan membuka usaha custom sepatu sendiri.

Pesanan pertama datang dari lingkar pertemanan. Ia memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi sekaligus membagikan konten secara konsisten.

Meski kini menjadikannya sebagai usaha, Fernaldy menegaskan bahwa melukis tetap berangkat dari kegemarannya.

Dalam prosesnya, Fernaldy menggunakan cat dan kuas khusus. Tidak semua jenis cat bisa diaplikasikan pada sepatu.

Seluruh gambar dilukis secara manual langsung di permukaan sepatu, tanpa cetak atau mesin.

Tantangan terbesar, menurutnya, adalah melukis gambar anime. Detail wajah, terutama pada bagian mata, membutuhkan ketelitian dan waktu lebih lama.

Namun justru di situlah letak nilai eksklusivitas yang ditawarkan. “Setiap sepatu hanya punya satu desain. Karena digambar langsung, tidak mungkin ada yang sama persis,” katanya.

Desain sepatu sepenuhnya menyesuaikan keinginan pelanggan. Sebelum pengerjaan, Fernaldy selalu berdiskusi terlebih dahulu untuk menyelaraskan konsep gambar.

Anime masih menjadi desain yang paling diminati, meski permintaan gambar lain juga cukup merata.

Tidak semua jenis sepatu bisa dilukis. Biasanya, Fernaldy mengerjakan sepatu berbahan kulit, kanvas, kain, atau kombinasi kulit.

Sepatu dengan banyak potongan menjadi tantangan tersendiri karena lebih sulit digambar.

Waktu pengerjaan rata-rata berkisar antara satu hari hingga satu minggu, tergantung tingkat kerumitan desain dan warna sepatu.

Sepatu berwarna gelap umumnya membutuhkan waktu lebih lama.

Dalam satu bulan, Fernaldy mampu menyelesaikan hingga 10 pasang sepatu.

Pelanggannya pun datang dari berbagai daerah, mulai dari Surabaya, luar kota, hingga luar negeri, termasuk Amerika Serikat. Mayoritas pelanggannya berasal dari kalangan pekerja.

Untuk harga, lukisan sepatu dibanderol mulai Rp 600 ribu hingga Rp 3 juta, menyesuaikan tingkat kesulitan dan detail gambar.

Dari kanvas ke sepatu, Fernaldy membuktikan bahwa kreativitas bisa berjalan beriringan dengan profesi, sekaligus membuka jalan baru di dunia seni. (sam/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#lukis #daring #covid 19 #melukis #Perkuliahan #surabaya #eksklusif #pelukis #sepatu #teknik #desain #dokter gigi