Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Toleransi Lintas Iman Bersama ABK Surabaya, Seru Sambil Belajar

Rahmat Sudrajat • Sabtu, 27 Desember 2025 | 04:30 WIB
BAHAGIA: Anak-anak berkebutuhan khusus diajarkan bernyanyi dan menghias pohon Natal.
BAHAGIA: Anak-anak berkebutuhan khusus diajarkan bernyanyi dan menghias pohon Natal.

RADAR SURABAYA - Adanya ruang oleransi dan kemanusiaan menjadi momentum perayaan Natal sekaligus ruang perjumpaan lintas iman bagi mahasiswa dan anak-anak berkebutuhan khusus (ABK).

Kegiatan tersebut juga menjadi upaya memperkuat nilai toleransi, kepedulian, dan keberagaman di lingkungan mahasiswa.

Milhan Aulia Afandi, project officer, menegaskan, kegiatan ini ingin menghadirkan suasana Natal yang inklusif.

“Kami ingin semua anak merasakan kehangatan yang sama, apa pun agamanya. Inilah bentuk kecil toleransi yang kami coba hidupkan,” ungkapnya, Jumat (26/12).

Dalam acara ini, anak-anak diajak bernyanyi bersama serta mengenalkan diri melalui name tag sebagai bentuk keakraban awal.

Aktivitas menghias pohon Natal menjadi salah satu sesi favorit, di mana setiap anak menuliskan harapan atau cita-cita di hanging notes sebelum menggantungnya pada pohon.

"Momen ketika mereka menulis mimpi masing-masing itu benar-benar mengharukan. Dari situ kami belajar bahwa keberagaman justru menyatukan,” tutur Milhan.

Selain itu, anak-anak juga mengikuti sesi melukis gypsum bertema Natal, seperti figur Santa Claus, pohon atal, topi natal, hingga snowman.

Kegiatan ini menjadi ruang kreatif bagi anak-anak sekaligus kesempatan bagi panitia untuk berinteraksi lebih dekat.

Setelah itu, anak-anak menempelkan cap tangan berwarna-warni di atas banner sebagai simbol kebersamaan.

Milhan menyampaikan harapan besar terhadap keberlanjutan nilai-nilai yang tertanam melalui program ini.

Ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan ruang pembelajaran sosial bagi mahasiswa.

“Karena yang paling penting adalah kita membawa pulang pesan bahwa perbedaan agama, ras, dan kemampuan tidak boleh memutus tali persaudaraan,” katanya.

"Melalui Bakti Cendekia Vol. 2, Departemen Agama BEM FH Unair berupaya mempertegas bahwa ini tidak hanya soal berbagi bantuan. Tetapi juga tentang merawat kemanusiaan dan meneguhkan toleransi sebagai fondasi kehidupan bersama," pungkasnya. (rmt/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#mahasiswa #toleransi #santa claus #ABK #Unair #keberagaman #natal