RADAR SURABAYA — Perayaan Natal menjadi ruang perjumpaan lintas iman yang penuh makna dalam kegiatan Bakti Cendekia Vol. 2 yang digelar oleh Departemen Agama BEM Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH Unair) Surabaya.
Kegiatan ini menghadirkan kehangatan Natal bagi anak-anak berkebutuhan khusus sekaligus memperkuat nilai toleransi, kepedulian, dan kemanusiaan di kalangan mahasiswa.
Kegiatan sosial ini berlangsung dalam suasana hangat dan inklusif. Mahasiswa dan anak-anak dari berbagai latar belakang agama berkumpul, bernyanyi bersama, dan saling mengenal sebagai wujud nyata toleransi dalam keberagaman.
Natal Inklusif, Ruang Belajar Toleransi
Project Officer kegiatan, Milhan Aulia Afandi, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk menghadirkan perayaan Natal yang terbuka bagi semua.
“Kami ingin semua anak merasakan kehangatan yang sama, apa pun agamanya. Inilah bentuk kecil toleransi yang kami coba hidupkan,” ujar Milhan, Jumat (26/12).
Anak-anak diajak mengekspresikan diri melalui berbagai kegiatan kreatif. Salah satu sesi favorit adalah menghias pohon Natal, di mana setiap anak menuliskan harapan dan cita-cita di hanging notes sebelum menggantungkannya di pohon.
“Momen ketika mereka menuliskan mimpi masing-masing benar-benar mengharukan. Dari situ kami belajar bahwa keberagaman justru menyatukan,” tambahnya.
Ruang Kreativitas dan Kebersamaan
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi melukis gypsum bertema Natal, seperti figur Santa Claus, pohon Natal, topi Natal, hingga manusia salju (snowman).
Interaksi hangat terjalin antara mahasiswa dan anak-anak, menciptakan ruang belajar sosial yang penuh empati.
Sebagai penutup, anak-anak menempelkan cap tangan berwarna-warni pada sebuah banner sebagai simbol kebersamaan dan persaudaraan.
Pesan Kemanusiaan untuk Mahasiswa
Milhan menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar berbagi bantuan, melainkan juga proses membangun kesadaran sosial bagi mahasiswa.
“Yang terpenting adalah membawa pulang pesan bahwa perbedaan agama, ras, dan kemampuan tidak boleh memutus tali persaudaraan,” katanya.
Melalui Bakti Cendekia Vol. 2, Departemen Agama BEM FH Unair berharap kegiatan semacam ini terus berlanjut sebagai gerakan mahasiswa yang meneguhkan nilai toleransi dan kemanusiaan sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan