Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Penggemar Berat Matematika, Mahasiswa Ubaya Bikin Ilustrasi Natal dari Kurva dan Ratusan Persamaan

Andy Satria • Kamis, 25 Desember 2025 | 15:25 WIB
KARYA INOVASI: Cedric Gratia Tjia, Mahasiswa Fakultas Teknik Ubaya, menunjukkan kreasi persamaan matematika karyanya, di kampus setempat, Rabu (24/12) .
KARYA INOVASI: Cedric Gratia Tjia, Mahasiswa Fakultas Teknik Ubaya, menunjukkan kreasi persamaan matematika karyanya, di kampus setempat, Rabu (24/12) .

RADAR SURABAYA - Cedric Gratia Tjia, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik (FT) Ubaya, menciptakan ilustrasi bertema Natal yang unik dengan memanfaatkan kurva dari ratusan persamaan matematika.

Ilustrasi tersebut tersusun dari lebih dari 870 persamaan yang membentuk garis-garis presisi. Proses pengerjaannya memakan waktu sekitar 84 jam.

Karya ini dipamerkan di Perpustakaan Lantai 5 Kampus Ubaya Tenggilis.

Mahasiswa yang sangat mencintai matematika tersebut menggunakan Desmos, sebuah platform berbasis web yang berfungsi memvisualisasikan persamaan matematika.

Ia memulai proses dengan memilih sebuah sketsa. Lalu menerjemahkannya ke dalam bentuk digital sebagai acuan pembuatan garis dan titik.

Cedric tidak menggunakan gambar sembarangan, namun menggunakan foto Natal keluarganya sebagai inspirasi utama. Bagi Cedric, gambar tersebut memiliki makna emosional yang mendalam.

“Foto ini diambil saat Natal 2021. Sangat berarti bagi saya, terutama sebagai pengingat kebersamaan dengan Papa saya yang baru berpulang November lalu,” ujarnya, Rabu (24/12).

Sketsa digital tersebut kemudian diimpor ke Desmos dalam format PNG. Dari sana, Cedric mulai menentukan titik-titik penting, seperti ujung, puncak, hingga lengkungan garis.

Ia menggunakan berbagai persamaan, mulai dari linear, kuadrat, eksponen, trigonometri, lingkaran, elips, hingga parabola.

Untuk memudahkan proses pengecekan dan membedakan setiap garis, Cedric memberi warna kontras seperti hijau, merah, biru, dan ungu.

Meski tampak sederhana, proses pengerjaan ilustrasi ini menuntut ketelitian tinggi.

“Tidak bisa asal salin dan tempel. Semua garis harus dibuat satu per satu dengan persamaan yang berbeda,” ungkap lulusan SMA Kristen Petra 2 tersebut.

Tantangan lainnya adalah menjaga konsistensi dan keharmonisan garis. Cedric harus menyesuaikan skala, posisi, serta ketebalan garis agar ilustrasi tetap proporsional.

Terlebih, ilustrasi tersebut memuat enam karakter manusia.

“Untuk satu karakter saja bisa memakan waktu tiga sampai empat jam. Kalau tidak presisi, hasilnya bisa terlihat aneh,” katanya.

Cedric mengaku sangat menikmati setiap prosesnya yang penuh tantangan. Ia pun berencana terus mengeksplorasi seni ilustrasi berbasis persamaan matematika agar hasil karyanya semakin realistis dan detail.

“Saya berharap kemampuan ini bisa menjadi peluang pekerjaan sampingan, seperti desain, konten edukasi, atau komisi seni matematika,” pungkasnya. (sam/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#ilustrasi #pohon natal #matematika #mahasiswa #sketsa #persamaan #kurva #ubaya