UMKM Naik Kelas! Pemkot Surabaya Luncurkan Aplikasi Si-Boyo untuk Perluas Pasar
Dimas Mahendra• Senin, 22 Desember 2025 | 12:11 WIB
Launching aplikasi Si-Boyo untuk memperkuat jaringan UMKM Kota Surabaya.
Dinkopumdag Surabaya Luncurkan Si-Boyo, Platform Digital untuk Perkuat UMKM dan Koperasi Kelurahan
RADAR SURABAYA - Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) Pemerintah Kota Surabaya meluncurkan platform belanja digital Si-Boyo sebagai upaya memperkuat peran Koperasi
Kelurahan Merah Putih (KKMP) dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Aplikasi Si-Boyo dirancang untuk mengintegrasikan koperasi kelurahan dan UMKM dalam satu ekosistem digital, sehingga memudahkan transaksi sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk lokal Surabaya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, mengatakan kehadiran Si-Boyo merupakan respons terhadap tantangan perkembangan
zaman yang menuntut transformasi digital, tanpa menghilangkan nilai dasar koperasi berbasis gotong royong.
“Basisnya adalah ekonomi kerakyatan berbasis gotong royong dan semangat ekonomi lokal Surabaya. Ini merupakan langkah membumikan Ekonomi Pancasila.
Meskipun berbasis digital, keberpihakan tetap ditujukan kepada warga kecil, UMKM, serta ibu rumah tangga yang ingin mandiri secara ekonomi,” ujar Agus di Surabaya, Jawa Timur, Minggu.
Agus juga menekankan pentingnya peran pemerintah wilayah dalam menjaga keberlangsungan program tersebut.
Ia meminta para camat untuk melakukan pengawasan lebih intensif terhadap kinerja KKMP dan perkembangan UMKM di wilayah masing-masing pascapeluncuran aplikasi Si-Boyo.
“Ke depan, setiap camat diharapkan melakukan pengawasan secara mendetail terkait keberlangsungan KKMP dan UMKM lokal di wilayahnya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinkopumdag Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menjelaskan bahwa Si-Boyo menjadi “lapak baru” bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan omzet dan daya saing.
Platform ini berfungsi sebagai kanal tambahan bagi UMKM dalam memperkenalkan dan memasarkan produknya secara lebih luas kepada masyarakat.
Hingga saat ini, kata Febrina, terdapat tujuh koperasi kelurahan yang telah terintegrasi dengan aplikasi Si-Boyo, yakni KKMP Mojo, KKMP Kertajaya, KKMP Gunung Anyar, KKMP Jagir, KKMP Sumur Welut, KKMP Jajar Tunggal, dan KKMP Banyu Urip.
“Target ke depannya, seluruh KKMP yang tersebar di 153 kelurahan di Surabaya dapat segera terintegrasi dengan aplikasi Si-Boyo,” ujarnya.
Peluncuran Si-Boyo diharapkan mampu menjadi motor penggerak baru bagi penguatan ekonomi kerakyatan di Surabaya, sekaligus mendorong UMKM lokal untuk beradaptasi dengan ekosistem digital yang semakin kompetitif.(dim)