RADAR SURABAYA - Cuaca Kota Surabaya pada Sabtu (20/12/2025) diprakirakan didominasi hujan sejak pagi hari dengan intensitas ringan hingga sedang, disertai potensi badai petir yang meningkat pada siang hingga sore. Kondisi ini perlu diwaspadai masyarakat, terutama yang beraktivitas di luar ruangan dan kawasan rawan genangan.
Pada pagi hari pukul 06.00 hingga 08.00 WIB, cuaca diperkirakan hujan ringan dengan kondisi langit berawan hingga berawan tebal. Suhu udara berkisar 25–28 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi mencapai 88 persen. Angin bertiup lemah dari arah utara dengan kecepatan 2–3 kilometer per jam.
Memasuki pukul 09.00 hingga 11.00 WIB, hujan masih berpotensi terjadi secara lokal dengan kondisi awan pecah hingga berawan sebagian. Suhu udara meningkat dari 30 hingga 32 derajat Celsius, sementara suhu terasa mencapai 35–38 derajat Celsius. Peluang hujan berada di kisaran 18–25 persen.
Pada siang hari hingga awal sore, pukul 12.00 sampai 15.00 WIB, potensi hujan disertai petir meningkat. Peluang hujan naik hingga 44–51 persen dengan intensitas hujan ringan hingga sedang. Suhu udara relatif stabil di kisaran 31–32 derajat Celsius, sedangkan kelembapan udara berada di atas 65 persen. Kecepatan angin meningkat hingga sekitar 14 kilometer per jam.
Sore hingga malam hari, pukul 16.00 sampai 23.00 WIB, hujan dan badai petir masih berpotensi terjadi. Peluang hujan tertinggi diperkirakan terjadi pada pukul 17.00 hingga 19.00 WIB dengan kemungkinan mencapai hampir 60 persen.
Suhu udara malam hari berkisar 26–29 derajat Celsius dengan kelembapan udara tinggi di atas 80 persen. Intensitas hujan secara umum cenderung menurun menjelang larut malam, namun hujan lokal masih mungkin terjadi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan potensi banjir rob di kawasan pesisir Surabaya akibat fase bulan baru yang terjadi pada Sabtu (20/12) pukul 08.43 WIB. Wilayah pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap genangan air laut, terutama jika fenomena pasang maksimum terjadi bersamaan dengan hujan.
BMKG mengimbau masyarakat pesisir untuk memantau perkembangan cuaca dan pasang surut laut serta mengantisipasi dampak lanjutan seperti genangan dan gangguan aktivitas. (*)
Editor : Lambertus Hurek