RADAR SURABAYA — Pelaku industri mebel rotan tradisional kini memiliki solusi baru untuk mengatasi keterbatasan rotan alami: serat kelapa.
Sebanyak 20 pengrajin mengikuti pelatihan teknik cetak press dingin berbasis serat kelapa dan resin yang digelar tim dosen Petra Christian University (PCU) Surabaya, Kamis (18/12).
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan daya saing produk mebel rotan yang saat ini menghadapi tantangan global, mulai dari persaingan harga, desain monoton, hingga keterbatasan bahan baku rotan.
Di sisi lain, limbah pertanian seperti sabut kelapa belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki potensi besar sebagai bahan penguat ramah lingkungan.
“Serat kelapa memiliki sifat mekanis yang baik, ramah lingkungan, dan bisa diintegrasikan ke dalam produk kriya berbasis rotan,” ungkap Adi Santosa, ketua tim.
Teknologi komposit serat kelapa-resin ini mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG 9 dan SDG 8), dengan mendorong industrialisasi berkelanjutan, meningkatkan efisiensi, daya saing produk, serta membuka peluang kerja bagi generasi muda.
Para pengrajin dibimbing mulai dari menyiapkan bahan, menata serat kelapa ke cetakan, menuang resin, mengepres, hingga membongkar cetakan setelah kering sekitar 30 menit.
Hasil cetakan bisa langsung diaplikasikan ke desain mebel baru, salah satunya stool (kursi tanpa sandaran).
“Inovasi material berbasis potensi lokal ini membuka dimensi desain baru sekaligus memperkuat posisi komunitas pengrajin agar lebih adaptif, berkelanjutan, dan kompetitif di pasar nasional maupun regional,” pungkas Adi.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan