Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sedimentasi Hambat Perahu Wisata di THP Kenjeran, Operator Beralih Mencari Ikan

Indra Wijayanto • Kamis, 18 Desember 2025 | 22:41 WIB

SEPI: Perahu wisata terpakir tanpa penumpang di kawasan Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran, kemarin (17/12). Sedimentasi membuat perairan di sekitar pantai dangkal. (PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS)
SEPI: Perahu wisata terpakir tanpa penumpang di kawasan Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran, kemarin (17/12). Sedimentasi membuat perairan di sekitar pantai dangkal. (PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS)
 

RADAR SIDOARJO - Pendapatan nelayan perahu wisata di kawasan pesisir Surabaya semakin lesu. Salah satunya karena sedimentasi dan pasang-surut air laut yang tidak menentu. Calon penumpang pun turun drastis, bahkan seringkali nihil. Tak sedikit yang akhirnya menjadikan perahu wisata hanya sebagai pekerjaan sambilan dan memilih mencari ikan.

Dulu Jadi Penghasilan Utama

Sholihin, salah seorang nelayan perahu wisata di Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran, bercerita bahwa penumpang kini mulai sepi. Padahal, beberapa tahun lalu, perahu wisata masih bisa menjadi sumber penghasilan utamanya. Dulu, pada akhir pekan seperti Sabtu dan Minggu, pengunjung perahu wisata selalu ramai.

”Sekarang cuma nyambi, lebih sering cari ikan sama nelayan lain,” ceritanya kemarin (17/12).

Faktor Alam

Menurutnya, selain minimnya wisatawan, faktor alam turut memperparah keadaan. Perairan di THP Kenjeran kini semakin dangkal karena sedimentasi. Saat air surut, perahu kerap tidak bisa beroperasi penuh. Kondisi pasang-surut air laut juga tidak menentu.

”Dan untuk sekarang ini pasangnya malah lebih sering malam. Padahal calon penumpang lebih ramai di pagi hari,” jelasnya.

Di sisi lain, pada musim libur tahun baru, kunjungan ke perahu wisata di Kenjeran biasanya meningkat. Namun, air laut lebih sering surut sehingga peluang pendapatan hilang. ”Tahun baru malah surut, kan itu pas ramai ramainya pengunjung,” katanya.

Sementara di hari biasa nelayan memilih melaut mencari ikan meski hasil tangkapan juga tidak menentu.

Tarif Rute

Untuk tarif perahu wisata, ditetapkan berdasarkan rute perjalanan. Perjalanan pulang pergi ke Pulau Pasir dipatok Rp 200 ribu per perahu. Sementara rute menuju sekitar Jembatan Suramadu ditarif Rp 250 ribu per perahu. Sedangkan jika hanya berputar di tengah laut, tarif minimal Rp 15 ribu per orang dengan jumlah penumpang harus mencapai minimal 15 orang.

”Minimal itu agar biaya operasional tertutup,” terang Sholihin. Namun, jika tidak terpenuhi, nelayan terpaksa menanggung kerugian.

Di kawasan THP Kenjeran terdapat sekitar 50 nelayan yang menggantungkan hidup dari perahu wisata. Jika hanya mengandalkan sektor itu, pendapatan dinilai tidak mencukupi sehingga sebagian nelayan menyimpan perahu dan tidak selalu mangkal di THP.

Aspirasi terkait pengerukan sedimentasi dan penataan kawasan pun sudah berulang kali disampaikan, namun belum ada solusi konkret. Di sisi lain, meski kondisi sulit, nelayan masih menerima jasa lain seperti ngelarung atau nyekar. (dho/ama/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#wisata #sedimentasi #perahu #ikan #nelayan