RADAR SURABAYA - Viral di media sosial (medsos) kasus penipuan berkedok menawarkan kos dan meminta uang muka terjadi di Jalan Ketintang Madya, Surabaya. Akibat aksi pelaku, beberapa korban mengalami kerugian Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu.
Kasus penipuan tersebut pertama kali diunggah oleh pemilik akun tiktok @qbelle34 kemudian diunggah ulang oleh akun instagram @surabayafeeds.
Dalam postingannya pengunggah menyertakan video lokasi di Jalan Ketintang Madya 33. Ternyata setelah dicek lokasi oleh korban, lokasi tersebut bukan rumah kos seperti yang ditawarkan pelaku tetapi rumah kosong dijual.
"Para pencari kos di kawasan Ketintang Surabaya diimbau untuk ekstra waspada terhadap modus penipuan yang sedang marak di media sosial khususnya melalui akun tiktok mamaliliang," tulis keterangan unggahan dilihat Radar Surabaya, Kamis (18/12).
Pelaku menyasar mahasiswa dari kampus sekitar seperti Unesa, Uinsa dan Unusa dengan berpura-pura menjadi pemilik kos bergaya sosialita kaya untuk meyakinkan korbannya.
Meski tidak secara terang-terangan meminta uang muka (down payment), pelaku menggunakan teknik psikologi dengan memberikan respons lambat dan menunjukkan bukti percakapan palsu bahwa banyak orang lain yang mengantre untuk menyewa sehingga korban merasa terdesak untuk menawarkan uang muka sendiri.
Banyak korban dilaporkan telah kehilangan uang sekitar Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu setelah mentransfer uang muka tanpa survei lokasi terlebih dahulu. Pelaku biasanya menolak permintaan survei dan hanya memberikan alamat yang samar seperti di kawasan Ketintang Madya 33. Setelah dicek ternyata hanya sebuah rumah kosong yang sedang dijual.
Dari penelusuran Radar Surabaya, lokasi alamat yang dimaksud ternyata merupakan rumah kosong yang sedang dijual dan tidak ada rumah kos. Sementara Koordinator Keamanan RT 01 RW 04 Kelurahan Ketintang Agus Budiman mengatakan untuk alamat rumah di Jalan Ketintang Madya nomor 33 bukan rumah kos.
"Itu dulu disewa untuk sekolah SD Muhammadiyah. Habis itu selesai nggak dipakai lagi. Mereka nggak buka kos, sudah kosong setahunan lebih. Rumah punya Bu Iwik atau Mas Budi," ucapnya ditemui Radar Surabaya di pos keamanan.
Agus menambahkan, setelah kosong rumah dipasangi plang (baner) tulisan dijual. Baru-baru ini rumah juga direnovasi. "Rencana dijual belum laku. Jadi rumah bukan kos-kosan. Kayaknya dicatut orang (untuk menipu)," sebutnya.
Pihaknya menerangkan juga mengenal dekat keluarga pemilik rumah. Bahwasanya pemilik rumah juga tidak pernah membuka untuk kos. Menurut dia, setiap warga di lingkungannya yang membuka kos tentu akan melapor ke koordinator keamanan.
"Kalau ada kos baru pasti laporan ke kita," tegasnya. Agus mengaku juga baru tahu bahwa ada kasus penipuan dengan modus pemilik kos dan meminta uang muka.
"Kalau ada korban penipuan saya belum tahu. Tapi kalau dulu setahunan lalu ada anak cewek tertipu. Dia cari alamat orang katanya jual beli online sudah transfer tapi barang tidak dikirim. Alamat sini tapi di foto (profil) bukan warga sini," bebernya.
Salah satu warga yang tinggal di depan rumah lokasi R menuturkan baru mengetahui ada kasus dugaan penipuan modus menawarkan kos meminta uang muka dengan mencatut alamat rumah di Jalan Ketintang Madya 33 setelah melihat postingan di medsos.
"Baru tahu setelah viral di medsos. Bulan kemarin sempat ada dua cewek dan satu cowok di depan (pinggir jalan) katanya cari kos bebas. Setelah nunggu lama mereka meninggalkan lokasi," bebernya.
R menyebutkan beberapa minggu kemudian juga datang dua cewek mencari alamat kos di sekitar lokasi. Namun R mengaku juga tidak tahu apakah mereka korban penipuan. "Saya nggak tahu apakah mereka korban. Cuma mereka sempat cari alamat kos dan berhenti di depan," paparnya.
Kanit Reskrim Polsek Gayungan Ipda Robhen Sutono saat dikonfirmasi kasus tersebut mengungkapkan belum ada laporan. "Mohon maaf belum ada (laporan penipuan)," singkat dia. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto