RADAR SURABAYA - Sebagai upaya menanamkan kepedulian sejak dini terhadap bahaya sampah plastik yang semakin mencemari lingkungan, khususnya sungai.
Ecoton bersama siswa sekolah dasar (SD) di Surabaya menyelenggarakan kegiatan edukasi lingkungan mengenal mikroplastik dan dampaknya bagi kesehatan dan sungai.
Sebanyak 600 siswa dari kelas 1 hingga 6 beserta guru mengikuti kegiatan ini sebagai upaya menanamkan kepedulian sejak dini terhadap bahaya sampah plastik yang semakin mencemari lingkungan, khususnya sungai.
Para siswa diterangkan bahwa plastik yang terbuang akan terfragmentasi menjadi mikroplastik partikel kecil berukuran kurang dari 5 milimeter yang kini telah ditemukan di sungai, udara, makanan, bahkan garam dapur.
Anak-anak diajak melakukan pengamatan sederhana, melihat contoh sampel mikroplastik dari sungai, serta berdiskusi tentang perilaku sehari-hari yang dapat mengurangi risiko pencemaran.
Ia menambahkan bahwa pembiasaan kecil seperti membawa botol minum sendiri, mengurangi jajan berkemasan plastik, dan membuang sampah pada tempatnya dapat menurunkan potensi pencemaran mikroplastik dalam jangka panjang.
"Kami mengajak anak-anak mengurangi penggunaan plastik sangat penting untuk disampaikan di ruang pembelajaran seperti sekolah, karena ini merupakan investasi masa depan untuk mencetak kebiasaan menjaga lingkungan. Kebiasaan kecil yang ditanamkan sejak dini dapat membantu menekan produksi sampah, melindungi sungai, dan menjaga kesehatan generasi berikutnya," harapnya.
Selain pemaparan teori, siswa juga diajak melihat langsung bentuk mikroplastik.
Salah satunya dengan meneliti mikroplastik di air hujan menggunakan mikroskop portabel.
Hasil pengamatan menunjukkan terdapat sebanyak 13 fiber dan 6 filamen, dengan total 19 partikel dalam 1 liter air hujan.
Mikroplastik fiber berasal dari serpihan ban kendaraan, sedangkan filamen dari sisa pembakaran sampah plastik tipis seperti kantong kresek dan sedotan.
Salah satu siswa kelas 5 SD, Zhafran Alexander, melakukan eksperimen pada air panas yang dibungkus gelas kertas untuk mengetahui apakah gelas tersebut mengandung 100 persen kertas.
"Saya baru tahu kalau gelas kertas juga dilapisi plastik, dan saya menemukan partikel mikroplastik sebanyak 28 partikel mikroplastik dalam 50 ml air, jadi setiap pakai gelas itu untuk wadah minuman panas kita juga minum mikroplastik," pungkasnya. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa