RADAR SURABAYA - Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur terus berusaha untuk mengembangkan diri melalui inovasi, baik dalam hal inovasi kelembagaan maupun pelayanan kepada masyarakat, terutama di wilayah C.
Baca Juga: Penembakan Massal Bondi Beach Sydney, Polisi Libatkan Otoritas India Selidiki Jejak Pelaku
Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Dr. Puji Retno Hardiningtyas, S.S., M.Hum mengatakan, dalam menghadapi era digitalisasi yang terus berkembang, setiap lembaga diharapkan untuk terus melakukan perbaikan dan mengikuti perkembangan zaman.
“Pun demikian dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, kami juga terus melakukan perbaikan dan mengikuti perkembangan zaman,” kata Puji di acara Taklimat Media di kantor Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Rabu (17/12).
Puji menjelaskan, dalam rangka memenuhi komitmen pelayanannya, Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur telah melaksanakan beberapa perubahan dan inovasi berkelanjutan pada tahun 2022.
Baca Juga: Libur Panjang Nataru, Organda Jatim Tegaskan Tarif Bus Ekonomi Tidak Naik
“Pada tahun 2025 ini, demi keberlanjutan inovasi yang telah dilakukan sepanjang tahun 2022—2025, Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur kembali melahirkan inovasi kelembagaan guna mendukung visi dan misi serta tugas dan fungsinya,” ungkapnya.
Adapun inovasi yang telah dikembangkan pada tahun 2025 ini berjumlah tujuh inovasi.
Dari tujuh inovasi ini berupa inovasi pola kerja, penggunaan efektif media digital, dan inovasi yang dilakukan dengan berkolaborasi dengan mitra kerja. “Inovasi tahun 2025 ini bersifat internal dan eksternal,” sambung Puji.
Tujuh inovasi adalah Libas-T, Kasada Jatim, BIPALoka, Tularbasa, Kamus Video Koosaisyarat Bisindo, Siniar Bahasa dan Sastra (Sinibasa), serta Cerita Digital Bahasa Isyarat dan Aksara Braille.
Lebih jauh Puji menjelaskan, program-program yang dilaksanakan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur didasarkan pada empat program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Masing-masing, peningkatan kecakapan literasi, pemartabatan Bahasa Indonesia, pelindungan bahasa dan sastra daerah, dan internasionalisasi Bahasa Indonesia.
“Dalam melaksanakan program tersebut, Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur
membagi tugas dalam model tim kerja, yaitu Tim Kerja Pelindungan, Tim Kerja Pengembangan, dan Tim Kerja Pembinaan,” jelasnya. (opi)
Editor : Nofilawati Anisa