Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Mahasiswa UWP Beri Pendampingan dan Pelatihan Manajemen Ekowisata

Lainin Nadziroh • Selasa, 16 Desember 2025 | 21:49 WIB
BERBAGI: Mahasiswa UWP saat memberikan pendampingan dan pelatihan manajemen wisata di BUMDes Bangun Bersama.
BERBAGI: Mahasiswa UWP saat memberikan pendampingan dan pelatihan manajemen wisata di BUMDes Bangun Bersama.

Ajak Pengurus BUMDes Bangun Bersama di Sidowungu Lebih Berdaya

RADAR SURABAYA - Mahasiswa Universitas Wijaya Putra (UWP) Surabaya kembali menunjukkan kontribusinya bagi masyarakat.

Melalui Program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM), mereka melkukan pelatihan dan pendampingan untuk para pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bangun Bersama di Desa Sidowungu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.

Dalam program ini, bertema Penguatan Ekonomi Desa Sidowungu Melalui Revitalisasi Wisata Berkelanjutan Telaga Boro.

Pengurus BUMDes diberi penguatan kapabilitas manajerial dan keterampilan pengelolaan ekowisata, khususnya dalam menghidupkan kembali Telaga Boro yang sempat vakum karena dampak pandemi Covid-19.

Di program ini, mahasiswa UWP Surabaya dibimbing oleh para dosen. Sebagai Ketua Pelaksana adalah Drs. Dwi Wahyu Prasetyono, M.Si (UWP Surabaya), dan anggota Dr Esa Wahyu Endarti, M.Si. (UWP Surabaya), dan Dr. Tatik Prihatini, ST. M.T. (STIE Mahardika).

Ketua Pelaksana, Dwi Wahyu Prasetyono menjelaskan, Telaga Boro dulunya menjadi salah satu destinasi wisata alam yang ramai dikunjungi.

Keindahan telaga dan perbukitan di sekitarnya pernah menjadi daya tarik warga sekitar.

Namun, beberapa tahun terakhir kunjungan wisatawan menurun. Minimnya inovasi, keterbatasan kemampuan manajerial, dan dampak pandemi membuat Telaga Boro kehilangan pesonanya.

“Dari permasalahan tersebut, maka kami berusaha memberikan solusi dengan pendampingan dan pelatihan berbasis green management dan strategi ekowisata berkelanjutan,” kata Dwi.

Dwi menambahkan, materi pelatihan difokuskan pada tiga aspek utama, di antaranya manajemen organisasi BUMDes, meliputi pembagian peran, sistem laporan keuangan, dan tata kelola berbasis partisipasi warga.

Kedua, strategi pengelolaan ekowisata, termasuk penyusunan paket wisata, inovasi atraksi berbasis budaya lokal, dan rencana konservasi Telaga Boro.

Dan ketiga adalah digital marketing dan branding, yang mencakup pembuatan konten promosi, pemanfaatan media sosial, dan teknik menarik wisatawan milenial.

“Di ekowisata bukan hanya menjual keindahan alam, tetapi juga pengalaman, cerita lokal, dan keterlibatan masyarakat,” terang Dwi.

Pelatihan dilaksanakan dua hari di Balai Desa Sidowungu. Para pengurus BUMDes, karang taruna, dan kelompok perempuan terlibat aktif.

Pada sesi manajemen organisasi, peserta diajak membuat struktur tugas dan simulasi laporan sederhana. Banyak yang merasa lebih jelas setelah latihan tersebut.

Sesi strategi ekowisata dilaksanakan dengan permainan peran. Peserta berkreasi merancang paket wisata, seperti wisata edukasi lingkungan bagi siswa sekolah atau eco-camping dengan kegiatan membersihkan telaga.

Sesi digital marketing menjadi yang paling meriah. Mahasiswa mengajarkan cara membuat akun instagram, memotret objek wisata dengan ponsel, hingga menandai Telaga Boro di Google Maps.

Beberapa peserta langsung mempraktikkan membuat konten promosi.

Proses pelatihan yang langsung praktik ini pun, mendapat sambutan hangat dari peserta. Mereka antusias dan bersemangat.

“Saya jadi lebih paham bagaimana mengelola wisata. Semoga Telaga Boro bisa bangkit lagi,” ujar salah satu pengelola BUMDes.

Tak hanya pengurus BUMDes, mahasiswa pun merasakan pengalaman berharga.

Mereka belajar langsung menghadapi kondisi lapangan, menyesuaikan materi dengan kebutuhan masyarakat, dan melihat dampak nyata dari ilmu yang dipelajari.

Diharapkan pelatihan ini, bisa menghasilkan beberapa capaian penting.

Di antaranya kapabilitas manajerial pengurus BUMDes meningkat dengan sistem pembagian peran yang lebih jelas.

Tersusunnya rencana bisnis ekowisata yang memuat ide paket wisata, strategi promosi, dan perencanaan fasilitas.

Juga kesadaran lingkungan tumbuh, ditandai dengan komitmen membersihkan dan merawat telaga.

Serta promosi digital lebih aktif, sehingga wisatawan dari Gresik maupun luar daerah dapat kembali hadir.

Program ini mendapatkan dukungan hibah dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2025.

Sementara itu, Kades Sidowungu, Suedi menyampaikan apresiasi tinggi kepada mahasiswa.

“Terima kasih kepada UWP dan mahasiswa PMM. Pelatihan ini memberi semangat baru bagi kami. Dengan kerja sama, Telaga Boro akan kembali hidup,” kata Suedi.

Program PMM membuktikan pentingnya sinergi antara akademisi dan masyarakat desa. Universitas bukan hanya tempat belajar, tetapi juga agen perubahan yang membantu desa mengembangkan potensinya.

Selain pelatihan, mahasiswa berencana mendampingi BUMDes dalam beberapa bulan mendatang.

Mereka akan membantu pembuatan konten promosi, mendampingi evaluasi keuangan, hingga menyusun proposal ke pemerintah daerah. (nin)

Editor : Nofilawati Anisa
#wisatawan #Pemberdayaan #media sosial #kunjungan #Universitas Wijaya Putra #UWP #wisata #menganti #destinasi #masyarakat #gresik