Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Minta Warga Rayakan Malam Tahun Baru Tanpa Konvoi, Wali Kota Surabaya Ajak Doa Bersama di Lingkungan Masing-Masing

Dimas Mahendra • Senin, 15 Desember 2025 | 21:37 WIB
EMPATI: Pemkot Surabaya meminta warga untuk tidak merayakan malam tahun baru dengan cara berlebihan dan konvoi di jalan. (IST/RADAR SURABAYA)
EMPATI: Pemkot Surabaya meminta warga untuk tidak merayakan malam tahun baru dengan cara berlebihan dan konvoi di jalan. (IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan arah baru perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026 dengan menekankan kesederhanaan, ketertiban, dan empati sosial. Pemkot meminta masyarakat tidak merayakan malam tahun baru secara berlebihan, termasuk menghindari konvoi kendaraan, knalpot bising, serta kerumunan besar di satu titik.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, perayaan tahun baru sebaiknya dilakukan secara terdesentralisasi di lingkungan masing-masing, mulai dari tingkat RT, RW, kelurahan hingga kecamatan. Pola ini dinilai lebih aman, nyaman, dan mampu meminimalkan potensi kemacetan serta gangguan ketertiban umum.

“Tidak perlu terpusat di satu lokasi. Cukup di wilayah masing-masing agar suasana tetap kondusif dan tidak menimbulkan kerawanan,” ujar Eri.

Selain aspek ketertiban, Wali Kota Eri juga mendorong masyarakat menjadikan momentum tahun baru sebagai refleksi sosial. Ia mengajak warga mengalihkan sebagian anggaran perayaan untuk membantu masyarakat yang tengah terdampak bencana di berbagai daerah.

“Makna tahun baru bukan pada kemeriahan, tapi pada kepedulian. Kita bisa berbagi dengan saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah,” tuturnya.

Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemkot Surabaya juga tengah menyiapkan surat edaran sebagai pedoman pelaksanaan pengamanan dan ketertiban umum. Saat ini, regulasi tersebut masih disesuaikan dengan kebijakan dari pemerintah pusat.

“Secara prinsip, pengamanan lalu lintas, pengawasan tempat hiburan malam, dan rekayasa jalan tetap mengacu pada pola yang sudah berjalan di tahun-tahun sebelumnya,” jelas Eri.

Sebagai simbol empati dan solidaritas, Pemkot Surabaya memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api di Balai Kota saat malam pergantian tahun. Sebagai gantinya, pemkot akan mengadakan doa bersama.

“Pergantian tahun akan kita isi dengan doa bersama. Kita mendoakan agar Surabaya selalu aman dan saudara-saudara kita yang terdampak bencana, khususnya di Sumatera, diberi kekuatan,” pungkasnya.

Dengan konsep perayaan yang lebih tertib dan bermakna, Pemkot Surabaya berharap malam tahun baru dapat berlangsung aman, khidmat, dan penuh kepedulian sosial. (dim/gun)

Editor : Guntur Irianto
#perayaan #imbauan #bersama #konvoi #rw #pemkot #Instruksi #Acara #terbaru #berita surabaya #kelurahan #berita surabaya hari ini #malam #tahun baru #Warga Surabaya #2026 #berlebihan #pemkot surabaya #Himbauan #Merayakan #masyarakat #Intruksi #kecamatan #doa #rt #event