Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dua Tahun Relokasi, Pedagang Kejawan Lor Pesisir Sepi Pembeli, Turun Drastis Dibanding saat Jualan di Area Pantai Watu-Watu

Indra Wijayanto • Jumat, 12 Desember 2025 | 23:55 WIB

 

 

SEPI: Deretan warung makan di tepi Pantai Kejawen Lor Pesisir tampak lengang, Rabu (10/12). Sejumlah pedagang mengaku omzet turun drastis sejak pindah ke lokasi baru. (PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS)
SEPI: Deretan warung makan di tepi Pantai Kejawen Lor Pesisir tampak lengang, Rabu (10/12). Sejumlah pedagang mengaku omzet turun drastis sejak pindah ke lokasi baru. (PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS)

RADAR SURABAYA – Para pedagang yang direlokasi dari area Pantai Watu-Watu ke sentra pedagang di Jalan Kejawan Lor Pesisir mengeluhkan sepinya pengunjung. Dibanding dengan lokasi lama, geliat pembeli tak tampak hilalnya sejak dua tahun mereka menempati tempat baru itu. Tidak sedikit pedagang mengaku pendapatannya turun drastis sejak relokasi.

Pembeli Tak Sampai Lima Orang

Farida Sulis, salah seorang pedagang, menyebut bahwa pembeli dagangannya tidak lagi seramai dulu. Saat berdagang di area Pantai Watu-Watu, pembeli bisa mencapai puluhan orang sehari. Kini, jumlah pembeli harian tak sampai lima orang. Bahkan, tak jarang tidak ada pembeli sama sekali. ”Hari ini seratus ribu saja belum dapat,” ujarnya, Kamis (11/12).

Selain kunjungan, pendapatan pun ikut menurun. Dia mengungkapkan, di lokasi lama minimal bisa menyentuh Rp 300 ribu pada hari biasa. Dan bisa naik dua kali lipat saat ramai. Sedangkan di tempat baru, pendapatan serupa sulit tercapai meski fasilitas sudah disiapkan oleh Pemkot. ”Di Watu-Watu dulu, dapat Rp 1 juta pun sering saat weekend,” katanya.

Di sisi lain, Farida mengaku bahwa saat akhir pekan, area sentra pedagang kini mulai ramai meski tidak signifikan. Warga banyak datang karena ingin melihat laut. ”Sekarang ya nurut saja jualan di sini daripada diobraki petugas,” sambungnya.

Lebih Banyak Kursi Kosong

Dari pantauan Jawa Pos di lokasi, sejumlah lapak memang buka meski pengunjung yang datang hanya ada beberapa. Kursi-kursi di deretan kedai juga lebih banyak kosong dari pada terisi oleh warga yang mampir. Natia, salah seorang pedagang lain, juga mengalami kondisi serupa.

Dia bercerita bahwa saat masih berjualan di Pantai Watu-watu, pendapatannya lebih stabil meski kerap menghadapi penertiban satpol PP.  ”Sekarang itu kadang Rp 100 ribu aja nggak dapet. Padahal kebutuhan keluarga juga banyak,” ungkapnya. Dia juga mengeluhkan beberapa produk jualan yang sering tak habis dan rentan basi. Bahkan sampai tak bisa kulakan stok dagangan baru.

Butuh Promosi dari Pemkot

Kondisi itu lah yang membuat para pedagang semakin kesulitan mempertahankan pemasukan hariannya. ”Gimana mau laku kalau pengunjungnya jarang,” jelasnya. Natia berharap pemkot ikut membantu mempromosikan sentra pedagang Kejawan Lor Pesisir agar lebih dikenal publik. Sebab, masih banyak warga yang tidak tahu keberadaan lokasi relokasi tersebut. (dho/ama/vga)

 

Editor : Vega Dwi Arista
#pembeli #pedagang #pantai #pesisir #jualan